JOGJA – Libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan Natal yang bersamaan dilanjutkan dengan akhir pekan, banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bepergian. Ini terlihat dari arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Jogja. Bahkan, bus-bus umum yang akan menuju Jogjakarta terkena macet di jalan
Alhasil, bus-bus tersebut sam-pai di Terminal Giwangan ter-lambat dari jadwal. Baik bus dari arah Jakarta, Jawa Barat, dan Surabaya. “Banyak yang terkena macet di jalan,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Bekti Zunanta, kemarin (24/12).Bekti menjelaskan, kemacetan menuju Jogja sudah terjadi sejak Rabu malam (23/12) lalu. Karena, banyak masyarakat yang sudah melakukan perjalanan untuk me-nikmati libur akhir tahun. “Seba-gian bus molor. Ada yang satu jam, bahkan dua jam,” tuturnya.
Kemarin, menurut Bekti, me-mang bukan puncak arus ken-daraan libur akhir tahun. Sebab, jika melihat data tahun-tahun sebelumnya, puncak kepadatan pada tanggal 1 Januari menda-tang. Begitu pula dengan pe-numpang, biasanya akan me-ningkat setelah malam tahun baru.Dia memperkirakan, jum-lah penumpang mencapai se-kitar 18.900 penumpang saat puncaknya. “Kedatangan pe-numpang di Terminal Giwangan pada awal masa angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 ma-sih belum mengalami pening-katan signifikan. Dibandingkan hari biasa,” tandasnya.
Sedangkan puncak keberangka-tan penumpang diperkirakan ter-jadi pada 3 Januari 2016 dengan jumlah penumpang sekitar 18.180 orang. Seperti tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang meman-faatkan jasa bus untuk libur panjang akhir tahun mengalami penurunan sekitar dua hingga empat persen.”Kecenderungannya memang seperti itu. Dari tahun ke tahun jumlah penumpang terus turun, begitu pula tahun ini,” katanya.
Masyarakat lebih memilih me-manfaatkan moda transportasi lain seperti pesawat, kereta api atau kendaraan pribadi. Masa angkutan Natal dan tahun baru di Terminal Giwangan ditetap-kan selama dua pekan yaitu 19 Desember hingga 3 Januari 2016. “Sudah ada beberapa posko yang disiapkan. Mulai posko keseha-tan hingga keamanan,” katanya.
Salah seorang sopir bus jurusan Cilacap-Jogjakarta Suryono mengaku, jalur menuju Jogja banyak titik macet. Mulai dari Sumpiuh sampai Gamping, lebih dari dua belas titik kemacetan. “Biasanya di lampu merah atau rel kereta api,” jelasnya.
Sementara itu, bagi masyara-kat yang memanfaatkan libur panjang kali ini untuk menuju pantai diimbau tetap waspada. Wisatawan yang mengunjungi beberapa Pantai Selatan di DIJ, diminta ekstra hati-hati ketika harus mandi atau berenang. Hal itu disampaikan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X.”Sebenarnya, Pantai Selatan tidak boleh digunakan untuk berenang, karena merupakan pantai yang berpalung,” ungkap gubernur dalam rapat koordi-nasi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) DIJ di Ndalem Ageng Kepatihan, belum lama ini.
Gubernur menginstruksikan pada Pemkab Bantul dan Gunungkidul mengintensifkan sosialisasi melalui peringatan-peringatan dalam bentuk span-duk, atau lainnya kepada wisa-tawan. “Ini agar mereka lebih aman dan nyaman dalam berwisata,” tegas HB X.
Tak hanya itu, HB X juga meng-ingatkan angkutan truk mau-pun mobil bak terbuka, hendaknya tidak digunakan untuk angkutan orang karena berbahaya. Apal-agi dalam situasi jalan sekarang relatif lebih padat dibandingkan hari-hari biasa. Di tempat yang sama, Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwan-to mengungkapkan, ada 19 pos pengamanan (pospam) dan sembilan pos pelayanan (po-syan) didirikan.Lokasinya berada di sejumlah tempat ibadah, keramaian umum, perbelanjaan, dan tempat wisata atau rekreasi, jalur mudik ataupun balik yang dipandang perlu.Sedangkan Kepala Dinas Per-hubungan Komunikasi dan In-formatika DIJ Sigit Haryanta menyiapkan bus dengan daya angkut 75.163 penumpang. Juga didukung sarana kereta api dan angkutan udara penerbangan domestik dan internasional. “Kami juga selenggarakan pos monitoring lalu lintas pada en-am titik menjelang Natal 2015 dan Tahun Baru 2016,” terang Sigit.
Terpisah, Manajer Pemasaran Pertamina Wilayah DIJ dan Sura-karta Budi Prasetya mengung-kapkan, telah mewajibkan SPBU jalur utama untuk buka 24 jam. Selain itu, melakukan penam-bahan LO SPBU untuk semua jenis BBM/BBK. Pihaknya juga menambah alokasi elpiji 3 kilo-gram sebesar 12 persen dan tabung ukuran 12 kilogram se-banyak 10 persen dari rata-rata harian normal.”Kami juga membuat SPBU kantong di jalur padat pariwi-sata, dan direncanakan di SPBU Gading dan Duwet Gunungkidul,” jelasnya. (eri/kus/ila/ong)