ZAKI MUBAROK/RADAR JOGJA
30 MENIT: Sri Surya Widati saat mengunjungi mantan rivalnya saat Pilkada Serentak lalu Suharsono di Jalan Parangtritis KM 6,5 Demangan, Bangunharjo, Sewon, Rabu (23/12).
BANTUL – Mantan bupati Bantul Sri Surya Widati menunjukkan sikap kenegarawanan. Meski kalah bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desem-ber lalu, istri Idham Samawi ini bersilaturahmi ke kediaman ca-lon bupati terpilih Suharsono di Jalan Parangtritis KM 6,5 De-mangan, Bangunharjo, Sewon, Rabu sore (23/12) lalu.Ida, sapaan akrab Sri Surya Widati tidak datang sendirian
Dia didampingi calon wakil bupati pasangannya, Misbakhul Munir. Tidak ada nuansa rivalitas dalam pertemuan yang berlangsung tak kurang dari tiga puluh menit itu. Bahkan, nuansa keakraban tam-pak begitu kentara antara dua pasangan calon bupati-wakil bupati yang sempat bersaing me-rebut simpati rakyat Bantul saat masa kampanye.”Yang lalu biar berlalu. Kita tutup. Wajar jika saat masa kam-panye seperti itu (ada persai-ngan),” ucap Ida di hadapan Suharsono dan calon wakil bu-pati terpilih Abdul Halim Muslih.
Ida juga tidak akan segan be-kerja sama dan menularkan pengalamannya sebagai bu-pati sekaligus memberikan kri-tik dan saran bila diminta. Sebagai bekas orang nomor satu di Ban-tul, Ida berharap Bumi Projo Tamansari dapat berkembang dan lebih baik lagi”Kalau pak Harsono bertanya, saya akan senang hati membe-rikan apa yang sudah saya tahu,” tandasnya.
Berbeda dengan Ida, Munir justru tampak lebih diam. Tak ada satu pun pernyataan dilontarkan Munir. Bekas Assek I pemkab Bantul ini seolah hanya mengamini apa yang disampaikan Ida.Sementara itu, Suharsono me-nyampaikan terima kasih dengan kunjungan Ida ke kediamannya. Agenda silaturahmi ini sekaligus menandai akhir ketegangan antara keduanya lantaran ber-saing dalam pilkada. “Tidak ada lagi musuh-musuhan,” tuturnya.Sebagai calon bupati terpilih, pensiunan Polri ini menganggap sosok Ida sebagai senior yang patut dihormati. Suharsono juga tidak akan sungkan berkonsul-tasi kepada Ida manakala mene-mukan kendala saat memimpin Bumi Projo Tamansari kelak.”Kebijakan beliau yang baik pasti akan kami teruskan dan kami tingkatkan,” tandasnya.
Meski begitu, Suharsono juga mengajukan permintaan izin kepada Ida. Permintaan izin ini disampaikan ketika Suharsono terpaksa harus memperbaiki atau bahkan mengubah bebe-rapa program yang telah digagas Ida saat memimpin Bantul selama lima tahun terakhir.”Ibarat masakan, akan saya tambahi garam bila kurang asin,” ungkapnya.Program-program apa saja yang perlu diperbaiki atau bahkan di-ubah? Suharsono menyatakan, belum mempelajari seluk-beluk program dan birokrasi pemerin-tahan di Bantul. Berbagai persoa-lan ini akan dipelajari bila dia telah dilantik sebagai bupati. Yang pasti, kata Suharsono, ada dua bidang yang akan menjadi fokus perhatiannya. Yaitu, bidang kese-hatan dan bidang pendidikan. “Begitu dilantik akan langsung saya kerjakan,” jelasnya. (zam/ila/ong)