GUNAWAN/RADAR JOGJA
LAKA LAUT: Tim SAR langsung mengevakuasi jenazah korban meninggal, Muhammad Lutfan, ke mobil ambulans setelah terseret ombak Pantai Sepanjang, Gunungkidul, kemarin (25/12). Tim SAR saat ini masih terus mencari satu korban lagi yang belum ditemukan
GUNUNGKIDUL – Musibah kembali mewarnai dunia pariwisata di Gunungkidul. Kecelakaan laut di awal musim libur panjang itu mereng-gut korban jiwa. Kecelakaan terjadi di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari, kemarin (25/12) sekitar pukul 6.30. Dalam peristiwa ini, empat orang wisatawan terseret ombak, tapi dua di antaranya berhasil diselamatkan SAR. Satu korban Muhammad Lutfan, 23, warga Brebes, Jawa Tengah, ditemu-kan dalam kondisi tewas. Sementara seorang korban lainnya, Hasan Fuadi, 26, hingga berita ini ditulis belum ditemukan. Kecelakaan laut bermula saat korban bersama rombongan hendak menghabiskan libur di Pan-tai Sepanjang. Mereka datang sehari sebelum kejadian dan menginap di kawasan pantai.
Nah, kemarin pagi empat remaja yang masih berstatus mahasiswa itu mandi di pantai. Ter-lalu asyik bermain air, kedua korban tidak sadar telah diseret ombak hingga ke tengah.Melihat dua temannya digulung ombak, rekan lainnya berteriak minta pertolongan kepada warga dan petugas SAR di sekitar lokasi kejadian. Nahas, tubuh korban sudah terseret cukup jauh. “Kita gunakan tiga perahu dan dua jetsky un-tuk mencari korban. Satu jam kemudian kami berhasil menemukan korban (Muhammad Lutfan) mengambang di bawah permukaan air,” ujar Koordinator SAR Marjono.
Dia menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 07.40 sekitar 300 meter dari lokasi kejadi-an. Namun demikian, satu korban lain diketahui bernama Hasan Fuadi masih dalam pencarian. “Pencarian terhadap satu korban hilang kami menurunkan 15 personel. Pencarian dilakukan lewat darat dan laut,” ujarnya.Menurutnya, pencarian lewat jalur laut dila-kukan dengan menggunakan tiga perahu. Dua perahu dari Pantai Baron dan satu dari Pantai Drini. Tim SAR juga dibantu dua jetsky dari Pantai Indrayanti. “Rencananya, pencarian akan dilakukan selama tujuh hari. Mudah-mudahan segera ketemu,” ucapnya.
Sementara rekan korban, Saeful Ghozi, meng-ungkapkan, begitu menyadari dua rekannya terjebak gelombang ia langsung minta pertolong-an. Namun apa daya, deburan ombak besar menggulung korban. “Langsung hilang, tidak terlihat lagi. Kemungkinan masuk ke dalam palung,” kata Saeful. Sementara itu, Kapolres Gunungkidul AKBP Hariyanto mengatakan hingga petang kemarin satu korban hilang belum ditemukan. Bersama Tim SAR, kepolisian juga melakukan upaya penyisiran. (gun/laz/ong)