GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
DIBUAT AGAK LAMA: Pengendara kendaraan bermotor berhenti di traffic light di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja. Untuk menyikapi kepadatan arus lalu lintas pada musim libur Natal dan tahun baru di wilayah Kota Jogja,, Dishubkominfo DIJ telah menambah durasi nyalannya lampu hijau selama 40 detik.
JOGJA – Jika Anda kebetulan melin-tasi jalanan di wilayah Kota Jogja mera-sakan agak lama nyalanya lampu di traffic light, maka tak perlu marah atau heran. Sebab untuk menyikapi arus lalu lintas yang padat selama liburan Natal hingga pergantian tahun ini, Dinas Per-hubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIJ telah menambah durasi nyalannya lampu hijau tersebut.
Kepala Dishubkominfo DIJ Sigit Har-yanta mengatakan, durasi waktu lampu hijau di simpang jalan yang padat, dip-erpanjang hingga sekitar 40 detik. Opti-malisasi bangjo di simpang jalan yang padat tersebut diberlakukan kondisional, dengan melihat kepadatan lalulintas. Terutama pada antrean kendaraan saat menunggu lampu hijau. “Lamanya lampu hijau di tiap traffic light, kami tambah hingga 40-an detik,” kata Sigit.
Menurut dia, selama ini, kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jogja, lantaran an-trean kendaraan yang menunggu lampu hijau menyala di traffic light. Karena itu, setelah durasi waktu jalan diperpanjang, diharapkan mayoritas kendaraan yang mengantre dapat seluruhnya jalan dan mengurangi kepadatan di titik simpang jalan tersebut. “Tentu dengan penamba-han lama nyala lampu hijau, yang dari sisi lain berhenti lebih lama,” tandasnya.Mantan Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setprov DIJ tersebut menga-ku, Dishubkominfo bisa mengatur traf-fic light di 56 simpang jalan, tapi tidak akan diterapkan semuanya. “Pengaturan traffic light tersebut hanya pada simpang yang mengalami kepadatan,” katanya.
Dirinya mencontohkan seperti di Ma-guwo, Condongcatur, Jalan Kaliurang, Monjali hingga Pelemgurih Gamping. Di dalam kota seperti Malioboro, Abu Bakar Ali sampai Badran.Optimalisasi traffic light juga dengan menghilangkan lost time. Lost time ada-lah waktu jeda perpindahan dari lengan traffic light satu ke yang lain, yang mem-butuhkan waktu sekitar dua detik. Men-urut dia, dalam satu program traffic light, lost time bisa mencapai 20 detik. Sigit mengatakan waktu 20 detik tersebut, sangat bermanfaat untuk menambah du-rasi waktu nyala lampu hijau. “Kalau tertib, saya kira juga tidak akan menimbulkan kecelakaan,” jelasnya.(pra/jko/ong)