SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
SURPLUS: Stok beras yang berada di gudang Bulog DIJ kemarin (25/12). Stok beras di DIJ aman hingga April 2016 mendatang.
PADA bagian lain, jelang akhir tahun 2015, stok beras di gudang Bulog DIJ masih mencapai 18.700 ton. Dengan stok ter-sebut, dinilai masih mencukupi untuk konsumsi masyarakat hingga April 2016 mendatang.
Kepala Perum Bulog Divre DIJ Sugit Tedjo Mulyono mengatakan, dari jumlah tersebut terbagi menjadi beras medium 13.700 ton, dan beras premium 5 ribu ton. Meskipun stok beras masih mencukupi, Bulog tetap menyerap beras petani meski belum memasuki masa panen serentak
Harga beras petani dibeli Bulog dengan harga pembelian pe-merintah (HPP) Rp 7.300 per kilogram. “HPP medium masih tetap, kalau yang premium kemungkinan Januari. Sedang-kan gabah kering Rp 3.700 per kilo,” terangnya kepada Radar Jogja, Jumat (25/12).
Ditanyakan mengenai pem-belian gabah dan beras petani, menurut Sugit, volumenya terus mengalami penurunan. Yakni dari 200 ton per hari pada awal Desember 2015, se-lanjutnya menurun menjadi 150 ton per hari dan kini pem-belian beras menjadi 100 ton per hari.Menurut dia, beberapa faktor turut menyebabkan turunnya serapan beras petani.
Selain memang belum masuknya masa panen serentak, juga ka-rena sudah mulai masuknya penghujan. Kondisi hujan yang kerap turun akhir-akhir ini, menyebabkan beras petani mengalami kesulitan penge-ringan. Karena itu petani lebih memilih menyimpannya ter-lebih dulu. “Yang masih rutin menyetor dari Kulonprogo, selanjutnya ada juga dari Ban-tul dan Sleman,” imbuhnya.
Sugit menambahkan, men-jelang akhir tahun harga beras masih tergolong stabil. Hal itu diketahui setelah pihaknya selalu rutin melakukan pan-tauan di lima pasar di DIJ. “Masih stabil. Namun kalau masyarakat menemukan ada lonjakan harga, Bulog siap ka-panpun melakukan operasi pasar (OP),” ungkapnya. Selain itu, sampai bulan Desember ini, penyaluran beras miskin kepada masyarakat pe-nerima bantuan juga telah se lesai seratus persen. (riz/jko/ong)