JIKA di Inggris polisi berpatroli meng-gunakan kuda, di Malioboro mereka meng-gunakan sepeda. Tapi, ini hanya dilakukan saat musim liburan akhir tahun saja. Pol-resta Jogja akan mengerahkan pasukan bersepeda untuk pengawasan dan pe-ngamanan.Polresta Jogja menyiapkan patroli sepeda selama masa Operasi Lilin 2015
Operasi lilin ini berlangsung sejak 23 Desember hingga 2 Januari 2016. Patroli sepeda tersebut berkekuatan satu pleton yang melakukan patroli pengamanan dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer pada pukul 18.00 hingga 23.00.Patroli sepeda ini dinilai lebih efektif dibanding dengan patroli menggunakan kendaraan ber-motor. Karena ruas jalan antara Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer biasanya padat dengan kendaraan.Tak hanya polisi, Unit Pe laksana Teknis (UPT) Malioboro ber-sama lintas komunitas bakalme-nerjunkan 150 petugas. Mereka akan memantau dan menga-wasi ikon wisata di Kota Jogja tersebut. “Mereka terbagi dalam tiga sif, masing-masing 50 orang. Siaga 24 jam,” kata Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh, kema-rin (23/12).
Menurutnya, para petugas ini akan disebar di beberapa titik di sepanjang Malioboro. Termasuk di gang-gang seputaran Malio-boro. Mereka berasal dari para anggota komunitas di Malio-boro baik tukang parkir, pedagang kaki lima maupun komunitas lainnya.Mereka juga memantau harga yang dibuat oleh pedagang di sepanjang Jalan Malioboro. Bahkan kebersihan, ketertiban parkir, dan membantu polisi mengatur lalu lintas.”Kalau ada pedagang mem-buat harga merugikan konsumen segera ditindak. Kalau wisatawan buang sampah sembarangan juga ditegur,” tandasnya.
Syarif menegaskan, sejak akhir pekan lalu kunjungan wisatawan ke Malioboro mulai meningkat. Namun, peningkatan belum signfikan. Peningkatan volume wisatawan ke pusat kota tersebut baru 10 persen dibanding kun-jungan hari biasa. Puncak kun-jungan, menurutnya, akan ter-jadi saat Natal dan perayaan tahun baru besok. (eri/ila/ong)