SLEMAN – Jelang hari raya Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, Polda DIJ melakukan operasi pengamanan dengan sandi Operasi Lilin 2015. Ratusan personel Polda DIJ di-siagakan dengan kendaraan dan peralatan lengkap.Menandai operasi yang dimulai Rabu (23/12) kemarin dilaksanakan gelar pasukan di halaman Mapolda DIJ.
Tak hanya dari kepolisian, ikut serta dalam apel tersebut unsur TNI, Binmas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto mengatakan, secara umum kondisi kea-manan di DIJ cukup kondusif. Namun, dia tidak ingin menganggap enteng terhadap semua potensi gangguan keamanan yang mungkin timbul
“Kita tidak ingin underesti-mate, kegiatan operasi ini me-mang untuk pengamanan,” katanya usai gelar pasukan, Rabu (23/12).Terlebih terkait potensi ancaman kamtibmas, Jogjakarta menurut pantauan Polri termasuk daerah yang perlu diwaspadai. Sebab, selain jadi daerah kunjungan wisata, kondisi masyarakatnya cukup beragam.
Dijelaskan, dari Polri ada beberapa daerah yang masuk dalam kategori rawan terorisme, DIJ masuk di dalamnya. Ka-rena tidak menutup kemun-gkinan ada yang memanfaatkan momentum Natal dan tahun baru. “Untuk Jogja statusnya siaga satu,” katanya pada war-tawan.
Dia menyebutkan, sedikitnya ada 1.700 personel kepolisian yang dikerahkan Polda DIJ untuk pengamanan Natal dan tahun baru. Jumlah tersebut belum ditambah beberapa elemen lain yang diajak melakukan penga-manan, dari TNI dan organi-sasi kemasyarakatan.”Dari elemen masyarakat ada 500 orang untuk tambahan. Juga dari TNI dan Dinas Per-hubungan yang berpartisipasi,” ungkapnya.
Diungkapkan, dari pemetaan Polda, ada sejumlah gereja yang masuk kategori rawan. Di Sleman disebutkan ada 14 gereja, Bantul tujuh gereja, Kulonprogo enam Gereja, Gunungkidul lima ge-reja, dan Kota Jogja ada tujuh gereja.”Kerawanan ini dilihat dari potensi dan konflik yang pernah terjadi di tempat itu. Juga pernah menjadi sasaran teror,” ungkap-nya.Karena itu, khusus untuk gereja-gereja yang masuk dalam kategori rawan, kepolisian akan melakukan pengamanan ekstra. Termasuk menyiagakan anggota di lokasi tersebut.”Khusus yang rawan kita aman-kan ekstra ketat. Dua daerah yang paling rawan di Sleman dan Jogja,” terangnya.
Dia mengimbau agar masya-rakat ikut menjaga keamanan. Termasuk apabila ada broadcast atau informasi yang menyesat-kan dan tidak jelas sumbernya. Warga diminta agar tidak perlu panik. Jangan mudah percaya dengan informasi berantai yang tidak bertanggung jawab. “Kami akan melakukan pengaman di tempat-tempat keramaian juga. Jangan mudah percaya dengan broadcast,” tandasnya.

Lakukan PengalihanArus Lalu Lintas

Sementara itu, terkait upaya meminimalisasi kemacetan, Polda DIJ sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan. Tiga jalan utama yang menjadi perhatian pihak kepolisian yaitu Jalan Malioboro, Jalan Solo, dan Jalan Magelang. Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamoji me-ngungkapkan, kemacetan me-mang tidak mungkin dihindari. Petugas hanya bisa memini-malisasi saja, karena mayoritas kendaraan datang dari luar kota. “Apalagi merupakan liburan panjang,” jelasnya.
Mengenai potensi kepadatan kendaraan pada malam per-gantian tahun 2016, Polda DIJ akan melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan di Jalan Malioboro, Jalan Solo, dan Jalan Magelang.Dia menjelaskan, untuk tiga jalan tersebut akan dilakukan pengalihan arus untuk me-ngurangi kemacetan. Namun, khusus untuk Jalan Malioboro ditutup mulai pukul 19.00 WIB. “Jalan Malioboro mulai pukul 18.00 WIB akan kita kurangi kendaraan yang masuk. Pada pukul 19.00 WIB baru akan kita tutup,” katanya.
Sedangkan untuk di Jalan Solo, pihaknya akan melakukan pengalihan arus. Sebab dari tahun-tahun sebelumnya di ruas jalan utama tersebut kendaraan yang masuk ke DIJ lebih banyak daripada yang keluar. Nantinya juga akan me-ngurangi volume kendaraan yang masuk. Hal yang sama juga di-lakukan di Jalan Magelang. “Dari pemetaan kita, volume kendaraan dari luar daerah akan membeludak,” ungkapnya.
Dibandingkan dengan perayaan tahun baru 2015, kali ini potensi kemacetan di Kota Jogja dipre-diksi meningkat. Peningkatan tersebut seiring dengan laju peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang mencapai 10 persen selama tahun 2015. “Itu belum termasuk pe ningkatan jumlah penduduk. Apalagi hotel sekarang sudah full, dampaknya pada kepadatan lalu lintas,” je-lasnya. (riz/ila/ong)