JOGJA – Uun Yusufa mengatakan, Puluhan karya disertasi tafsir tematik telah banyak dihasilkan oleh UIN Sunan Kalijaga dan UIN Syarif Hidayatullah melalui mahasiswa S3 nya. Selama 1989-2011, tidak kurang dari 54 karya disertasi mahasiswa S3 Pascasarjana IAIN/UIN Jakarta dan 16 karya disertasi mahasiswa S3 IAIN/UIN Yogyakarta membahas tentang tafsir tematik. Semua itu disebut sebagai karya tafsir tematik akademik, karena merupakan produk-produk dari kajian tafsir Indonesia yang terlahir dari ruang-ruang akademik.
Kekayaan akademik 2 perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia ini menggunggah Dosen Ilmu al quran dan tafsir IAIN Jember ini melakukan riset konstruksi metodologis terhadap karya-karya tafsir tematik akademiknya. Riset putra kelahiran Tulungagung ini dilakukan dalam rangka menyelesaikan studi doktoral pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Karya riset disertasi mengangkat judul Tafsir Al quran Akademik di Indonesia : Kajian Metode Tematik Disertasi Di UIN Yogyakarta dan UIN Jakarta dipresentasikan di hadapan tim penguji yang dipimpin Prof. Dr. H. Machasin, MA di kampus setempat, Selasa (22/12).
Yusufa menerangkan, ia telah melakukan riset kepustakaan kajian filsafat, dengan perspektif teori Kuasa Michel Foucault, yang menempatkan tafsir tematik dalam framework sebagai wacana (relasi dan praktek sosial) dalam masyarakat tertentu. Obyek penelitiannya adalah disertasi tafsit tematik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Menurut promovendus, kajian risetnya berhasil mengungkap tentang : Konstruksi metode tafsir tematik akademik kedua universitas Islam negeri ini. Menurutnya, karya-karya tafsir tematik kedua lembaga tinggi ini mengkaji al quran sebagai subyek penelitian kualitatif dengan mengkolaborasikan dengan ilmu-ilmu lain untuk mencapai misi menangkap keutuhan pesan al quran.
“Teori-teori baru digunakan untuk melengkapi kerangka paradigmatik yang berkembang untuk mendapatkan hasil penafsiran yang komprehensif dan integratif-interkoneksi. Sementara metode pendekatan dalam memahami ayat-ayat al quran berkisar pada metode semantik, semiotik dan content analysis,” kata Yusufa.
Pengaruh Farmawian hanya signifikan dalam tafsir tematik di UIN Jakarta. Sementara tafsir tematik di UIN Sunan Kalijaga lebih terbuka dengan model non-Farmawian. Namun pengaruh rasionalisme dan modernisasi ke-Islaman terlihat merata pada tafsir tematik baik di UIN Jakarta maupun UIN Jogja.
Ada tiga wacana pengetahuan yang mempengaruhi pemikiran tafsir tematik kedua lembaga tinggi Islam ini adalah metode tafsir tematik Farmawian, metodologi penelitian kualitatif yang ilmiah-rasional dan hermeneutika al quran kontemporer. Kesamaan dari karya disertasi tafsir tematik di UIN Jakarta dan UIN Jogja adalah : Keduanya memodifikasi berbagai tawaran metode dan pendekatan. Modifikasi juga dalam kolaborasi antara penelitian kualitatif dengan bermacam pendekatan yang dimungkinkan sesuai obyek dan tujuan penelitiannya.
Sementara perbedaan yang signifikan terlihat pada metode tematiknya. Disertasi di UIN Jogja cenderung tidak menggunakan rumusan al-Farmawi. Sedangkan di UIN Jakarta cenderung mengadaptasi atau mengapresiasi dengan menyebut al-Bidayah dalam uraian metode penelitiannya. Perbedaan yang lain, Disertasi berkategori non-Farmawian mendominasi di UIN Sunan Kalijaga, sedangkan di UIN Jakarta didominasi oleh kategori Farmawian, meskipun dengan modifikasi.
Menurutnya, implikasi kajian al quran dari kedua perguruan tinggi Islam ini adalah : masing-masing disertasi tafsir tematik memiliki rumusan yang berbeda, termasuk dalam penggunaan kerangka paradigma dan berbagai pendekatan keilmuannya. Penafsir juga harus mencurahkan keatifitas dalam menyusun kerangka paradigmatik sesuai dengan semangat perubahan IAIN menjadi UIN. Lebih dari itu, penafsir juga dituntut melahirkan metode tafsir dan ampikasinya. Dengan begitu, diharapkan kajian tafsir al quran tematik mampu menjawab permasalahan manusia dan alam semesta era kekinian yang begitu kompleknya.
Ia berharap, risetnya dapat menjadi pembanding atas tesis Howard M. Federspiel bahwa, model karya tafsir di Indonesia berasal dari karya para penulis Muslim Mesir seratus tahun lalu. Menurut promovendus, karya mereka harus diakui telah menginspirasi atau memotivasi produksi karya tafsir al quran di Indonesia. Artinya, wacana metode tematik tidaklah tunggal, tetapi berasal dari berbagai wacana pengetahuan yang beragam. Selain rumusan Farmawian, terdapat juga wacana pengetahuan lain yang juga menonjol.
“Yakni model tematik dari Fazlur Rahman (dari komunitas akademik yang berbeda), dan juga metodologi penelitian kualitatif, dengan beragam pendekatannya, yang dikembangkan dalam tradisi akademik dari Barat,” papar Yusufa. (mar)