GUNAWAN/RADAR JOGJA
PANIK: Ketakutan disunat, seorang bocah mencoba ditenangkan oleh keluarganya. Kegiatan sunatan masal ini diselenggarakan oleh Kodim 0730 Gunungkidul dalam rangka bakti sosial peringatan Hari Juang Kartika 2015, kemarin (22/12).
GUNUNGKIDUL – Memperingati Hari Juang Kartika 2015, Kodim 0730 Gunung-kidul menggelar bakti sosial sunatan ma-sal. Sebanyak 156 anak darii seluruh ke-camatan se Gunungkidul, dikhitan dalam seharian, kemarin (22/12). Dandim 0730 Gunungkidul Kapten Letkol Inf Priyanto mengatakan, sunatan masal yang digelar kemarin (22/12) bekerja sama dengan pihak ketiga. Sasarannya, anak dari keluarga tidak mampu. “Jumlah pesertanya 156 anak dari seluruh wilayah kecamatan,” kata Priyanto.
Dia menjelaskan, supaya kegiatan berjalan lancar pihaknya mendatangkan dokter ahli dari kalangan TNI. Selain menyediakan tenaga medis, Kodim 0730 juga memberikan obat-obatan dan peralatan sekolah, serta santunan kepada para peserta.”Pemberian cendra mata bagi peserta su-natan masal berupa baju muslim, songkok, sarung, tas sekolah, Alquran, perlengkapan sekolah, alat tulis dan uang saku,” ujarnya.
Dia berharap, kegiatan sosial ini mem-beri manfaat kepada masyarakat, teru-tama bagi warga yang dari sisi ekonomi kurang beruntung. Dengan demikian, kewajiban umat muslim dalam menegak-kan agama melalui sunatan dapat terpenuhi.Acara sunatan sempat diwarnai insiden seorang anak melarikan diri. Dodi Vian Andika, salah seorang peserta yang meru-pakan murid sekolah dasar (SD), lari tung-gang langgang sebelum dikhitan.
Ceritanya, berawal saat Dodi bersama keluarga me-masuki ruangan yang telah disediakan oleh petugas. Tanda-tanda ketakutan si bocah, sebenarnya sudah terlihat sejak awal. Orang tuanya terus berusaha meyakin-kan, bahwa sunatan itu tidak sakit. Namun rupanya rayuan sang bapak tidak mempan. Secara mengejutkan, anak ini berlari me-ninggalkan ruang dokter.Dia kabur ke arah kebun belakang Kodim 0730. Pihak keluarga terus berusaha me-nenangkan, namun dijawab dengan tangisan kencang. Sang sayah, Suraji, warga RT067/07, Padukuhan Sumber, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, tidak menghendaki kemungkinan terburuk, bocah ini kemudian dibopong naik mini bus dan diajak pulang. (gun/jko/ong)