GUNUNGKIDUL – Delapan paket proyek pengadaan peralatan praktik dan peraga di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul 2015, batal dilaksanakan. Alhasil, kebutuhan sarana dan prasaran untuk siswa menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) urung diberikan.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rosyid mengatakan, proyek senilai Rp 7.861.990.000 (Rp 7,86 Miliar) tersebut gagal karena tidak ada rekanan yang memenuhi syarat dalam proses pelelangan.
“Padahal, pelaksanaan lelang untuk delapan proyek pengadaan barang sudah dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) sejak beberapa waktu lalu,” kata Bahron Rosyid, kemarin (22/12).
Dia menjelaskan, delapan proyek gagal lelang meliputi pengadaan alat praktik dan peraga siswa SMP senilai Rp 711 juta, peralatan praktik dan peraga siswa SMP DAK tahun 2011 senilai Rp 256 juta, pengadaan alat praktik dan peraga siswa SMP bersumber dari DAK 2010, 2011 dan silpa senilai Rp 860 juta, pengadaan alat praktik dan peraga siswa SD bersumber pada DAK 2010, 2011, 2012 dan Silpa senilai Rp 1.603.260.000.
Pengadaan alat praktik dan peraga siswa SD yang bersumber pada DAK 2011 senilai Rp 1.135.470.000, pengadaan alat praktik dan peraga siswa SD yang bersumber DAK 2015 senilai Rp 1.183.350.000, pengadaan alat praktik dan peraga siswa SD bersumber DAK 2010, 2011, 2012 dan silpa senilai Rp 1.345.710.000, serta pengadaan alat praktik dan peraga siswa SD 2015 senilai Rp 767.200.000.
“Sebenarnya pengadaan alat praktik dan peraga ini menjadi prioritaskami. Untuk itu, dinas akan memasukkan delapan proyek gagal lelang ke dalam APBD Perubahan 2016,” terangnya.
Terpisah, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Gunungkidul Hermawan Yustianto mengaku sudah berusaha maksimal menawarkan proyek melalui sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Namun tetap saja tidak ada yang mengajukan penawaran.
“Sekadar penawaran ada, tapi kriterianya tidak masuk. Makanya gagal dilaksanakan dan menjadi silpa 2015,” sesalnya. (gun/jko/ong)