BANTUL – Delapan fraksi di DPRD Bantul bakal mendapatkan tenaga tambahan. Ya, mulai tahun setiap fraksi di parlemen Bantul akan diberikan satu tenaga ahli.
Sekretaris DPRD Bantul Helmi Jamharis mengatakan, tenaga ahli fraksi merupakan representasi partai politik (parpol). Itu sebabnya, tenaga ahli fraksi yang diharuskan minimal berpendidikan strata satu ini diajukan oleh parpol. “Tenaga ahli sebenarnya sudah diatur dengan PP No.16/2010,” terang Helmi di ruang kerjanya kemarin (22/12).
Selain berpendidikan minimal strata satu, calon tenaga ahli juga disyaratkan memiliki pengalaman di bidang kinerja kedewanan dan pemerintahan. Bagi strata satu minimal memiliki pengalaman selama lima tahun. Adapun yang berpendidikan strata dua minimal punya pengalaman tiga tahun. Persyaratan ketat ini diberikan karena tenaga ahli bertugas membantu kinerja fraksi dan anggota dewan. Yakni mulai pengawasan, penganggaran, hingga legislasi. “Misalnya ikut membuat pandangan umum fraksi dan memberikan masukan saat pembahasan raperda,” urainya.
Helmi mengakui keberadaan tenaga ahli memang dimulai pada 2016. Tetapi, sekretariat DPRD juga menunggu proses pengajuan dari masing-masing fraksi. Bila ada yang mengajukan pada Desember ini, otomatis tenaga ahli ini akan mulai bekerja pada Januari 2016. “Bagi yang mengajukan pada Januari atau Februari ya akan masuk pada bulan berikutnya,” ungkapnya.
Menurutnya, status tenaga ahli di lingkungan sekretariat DPRD sebagai tenaga kontrak. Meski begitu, gaji bulanan tenaga ahli ini cukup besar. “Bagi S1 per bulan Rp 2,5 juta. Adapun S2 Rp 3 juta per bulan,” sebutnya.
Besaran gaji ini disesuaikan dengan satuan harga barang dan jasa (SHBJ). Dengan adanya tenaga ahli ini, setiap fraksi akan memiliki dua pegawai. Sebab, sebelumnya setiap fraksi telah memiliki staf di bidang administrasi.(zam/din/ong)