GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
PERCANTIK KOTA: Andong melintas di tengah simpang empat Titik Nol Kilometer yang telah selesai direvitalisasi, Senin (21/12). Proyek senilai Rp 4,6 miliar tersebut telah dibuka sehingga mampu membantu memperlancar arus lalu lintas kendaraan selama liburan Natal dan Tahun Baru 2016 ini.
JOGJA – Wisatawan yang menikmati liburan akhir tahun mulai berdatangan di Kota Jogja. Bus-bus pariwisata sudah memenuhi jalan-jalan yang menjadi akses tempat wisata. Alhasil, jalanan menuju lokasi wisata sudah mengalami kemacetan.
Di antaranya jalan menuju Malioboro dan Gembira Loka. Di sana kerap meng-hadapi kemacetan. Seperti di Jalan Pa-nembahan Senopati, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Wakhid Hasyim, Jalan Kusumenegara, dan akses jalan lain
“Tidak bisa kami alihkan. Yang bisa kami lakukan dengan merekayasan lalu lintas,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Bimbingan Ke-selamatan Lalu Lintas Dinas Per-hubungan (Dishub) Kota Jogja Sugeng Sanyoto, kemarin (21/12).
Sugeng menjelaskan, rekayasan lalu lintas telah mereka terapkan di beberapa titik. Di Jalan Ku-sumanegara, Jalan Panembahan Senopati, dan Jalan Pangeran Dipenegoro mereka pasang pembatas jalan. “Di depan kantor pos kami pasang pembatas jalan sampai depan Taman Pintar. Ini untuk menutup kendaraan memutar atau memotong arus lalu lintas,” tandas Sugeng.
Dia mengungkapkan, selama musim liburan, akses jalan ter-sebut memang tak bisa dihindar-kan dari kemacetan. Makanya, bagi warga yang tidak berkepen-tingan lebih baik menghindari jalan-jalan tersebut. “Jalan Letjend Suprapto sudah mulai berkurang sejak Titik Nol Kilometer sudah kembali dibuka,” jelasnya.
Titik kemacetan lain, seperti di perempatan Pingit juga sudah diantisipasi. Dishub Kota Jogja akan menutup pembukaan jalan utara perempatan Pingit atau Jalan Magelang, arah dari Jalan Pakuningratan. Selain penggal jalan yang men-jadi akses ke tempat wisata, dishub juga mewaspadai tam-bahan kendaraan di pusat trans-portasi. Salah satunya di depan Stasiun Lempuyangan. “Sudah kami terapkan jalan satu arah dari barat ke timur,” ujarnya.
Penerapan rekayasa lalu lintas ini, menurut Sugeng, telah me-reka koordinasikan dengan Sat-lantas Polresta Jogja. Polisi se-bagai pelaksana di lapangan akan menerapkan buka tutup khusus di Malioboro. “Kalau menga-lami kemacetan luar biasa, akan ditutup,” kata Sugeng.Buka tutup ini, akan diterapkan di Jalan Mataram dan arus lalu lintas dari Jalan Margo Utomo atau Pangeran Mangkubumi. “Buka tutupnya di Kleringan. Saat antrean kendaraan penuh, menuju Malioboro akan ditutup,” tandasnya.
Sementara itu, libur akhir tahun ini dimanfaatkan Pemprov DIJ dan Pemkot Jogja untuk ujicoba parkir di Taman Parkir berting-kat Abu Bakar Ali (ABA). Mulai hari ini (22/12), taman parkir ABA yang baru selesai pembangu-nannya bisa digunakan.Keberadaan ABA ini sangat membantu untuk menampung bus-bus wisata. Sebelumnya, Pemkot Jogja telah menyiapkan empat kantong parkir di TKP Senopati, TKP Ngabean, parkir barat Stasiun Tugu, dan Jalan Veteran sebelah barat GL Zoo. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh Prabowo mengatakan, momen-tum liburan Natal dan Tahun Baru 2016 nanti akan digunakan untuk uji coba parkir di ABA. Paling tidak untuk lantai dasar, yang digunakan untuk parkir bus. “ABA sudah bisa digunakan mulai besok (hari ini) untuk bus dulu,” ujar Syarif disela penin-jauan di Taman Parkir berting-kat ABA, Senin sore (21/12).
Menurutnya, uji coba tersebut sekaligus sebagai upaya pemu-lihan terhadap komunitas di ABA, yang sudah delapan bulan tidak beraktivitas. Selain itu, juga se-bagai penerapan parkir dan rekayasa lalu lintas baru yang akan diterapkan di ABA. Terlebih kapasitas parkir bus berkurang, dari sebelumnya bisa mencapai 60 bus, sekarang maksimal 40 bus. “Ya sekarang kita uji coba dulu sampai malam tahun baru, setelah itu akan dievaluasi,” jelasnya.
Syarif mengatakan, selama masa uji coba ini, baru lantai dasar saja yang akan dibuka. Sementara lantai dua dan tiga, yang dipergunakan untuk parkir motor belum digunakan. Syarif menambahkan, untuk tarif bus tetap mengacu pada Perda Kota Jogja yaitu Rp 25 ribu untuk bus dengan dimensi besar untuk satu jam pertama. “Sama dengan sebelumnya, sudah menerapkan tarif progresif,” jelasnya.Dalam kesempatan tersebut Kasatlantas Polresta Jogja Kom-pol Sugiyanto menambahkan, pintu masuk parkir di ABA hanya melalui Jalan Pasar Kembang. Bus-bus dari utara akan diara-hkan melalui Jlagran kemudian berbelok ke Jalan Pasar Kembang. Sedang yang dari selatan, lanjut dia, parkir di ABA hanya setelah Parkir Ngabean penuh, dan diarahkan melalui Jalan Pasar Kembang. “Untuk keluarnya diarahkan langsung ke selatan lewat Jalan Mataram,” terangnya.
Kepala Dishubkominfo DIJ Sigit Haryanta mengatakan, saat ini masih masa transisi sehing-ga pengelolaan taman parkir ABA dititipkan sementara ke UPT Malioboro. Hanya sampi masa liburn akhir tahun selesai. Sedang untuk rencana ke depan masih akan dibicarakan lagi antara Pemprov DIJ dan Pemkot Jogja. “Dititipkan ke UPT Malioboro dulu, nanti paling lambat Juni 2016 sudah ada kepastiannya,” jelas Sigit. (eri/pra/ila/ong)