POSITIF: Dari kiri, Sugiyanto, wakil Kementerian Pembangunan Manusia dan Budaya Hazwand Yunas, dan pegiat Forum Reksa Budaya Sri Rejeki.
JOGJA – Revolusi mental pen-ting dijadikan pijakan untuk memajukan Indonesia. Peru-bahan sikap mentap setiap warga akan memiliki peran kru-sial dalam kehidupan ber bangsa, dan bernegara.”Revolusi mental itu adalah perubahan. Itu saja. Perubahan untuk menjadi lebih baik,” jelas perwakilan Kementerian Pem-bangunan Manusia dan Budaya Hazwand Yunas dalam dialog interaktif Revolusi Mental di Kampus APMD, kemarin (21/12).
Menurut dia, revolusi mental harus dimulai sejak dini. Di mulai dari individu-individu. “Sangat prihatin ketika melihat ada orang naik mobil mewah, lalu menge-luarkan tangan dari kaca mobil, lantas membuang sampah. Ini perlu sentuhan revolusi mental. Setiap individu wajib berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.Pembicara lainnya, Ketua Lembaga Konsultasi Kese-jahteraan Keluarga (LP3) APMD Jogjakarta Sugiyanto sepakat revolusi mental mesti diawal dari individu. “Setiap insan individu harus sadar,” katanya.
Berdasar kajian dia, selama ini masyarakat cenderung mem-berikan respons negatif terhadap apa pun persoalan, dan realitas yang ada. “Hidup itu pilihan. Mestinya harus menjadi lebih baik. Buang berpikir negatif, ganti dengan membiasakan diri positif thinking,” tegasnya. (amd/jko/ong)