GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
PARKIR PORTABEL: Pengendara sepeda motor melakukan uji coba kondisi Taman Parkir Portabel Abu Bakar Ali, Jogjakarta, Senin (21/12) kemarin.
SEMENTARA ITU, Ketersediaan kantong parkir menjadi permasalahan yang selalu berulang tiap masa liburan di DIJ. Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, sudah berencana menyiapkan lahan seluas lima meter persegi di utara JEC untuk parkir bus besar dan disediakan feeder ke Kota Jogja.”Lha kota (Jogja) belum mau kok, asal kota setuju (bus) tidak masuk ya bisa dibuat desain-nya. Selama ini kota belum memberikan peluang seperti itu,” ujar HB X saat ditemui seusai penyera-han DIPA tahun anggaran 2016 di Kepatihan, kemarin (21/12). Keengganan Pemkot Jogja tersebut, membuat pemprov harus menyediakan lahan seluas 30 meter persegi untuk kantong parkir
Menurutnya, saat ini Pemprov DIJ sedang berusaha memenuhi kebutuhan kantong parkir di Kota Jogja dengan membuat taman parkir baru, termasuk parkir bertingkat, seperti di Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan Ngabean. Selain itu, juga memanfaatkan lahan parkir milik PT KAI di be-kas lokasi Bong Suwung. Ter-masuk kemungkinan meman-faatkan lahan eks kampus UPN di Ketandan. “Itu kan aset ne-gara, tidak tahu bisa digunakan atau tidak, tapi akan kita coba,” ujarnya.
HB X mengatakan, untuk me-menuhi kebutuhan parkir, ter-utama yang berada di pusat kota, pihaknya memperkirakan butuh lahan seluas 30 meter persegi. Untuk lokasinya juga berada di dalam kota. Sedangkan, bebera-pa lokasi parkir alternatif, seper-ti di eks kampus Stiekers Jalan Parangtritis, menurut HB X, sulit diterima wisatawan. “Wong par-kir di Bong Suwung, mlaku 500 meter saja pada mikir,” ujarnya.Diakuinya, lokasi parkir yang tersedia saat ini masih belum mencukupi. Termasuk kebera-daan parkir tingkat di Taman Parkir ABA dan Ngabean. Ke-duanya belum menampung semua kendaraan. “Pokoknya saya butuh 30 meter persegi untuk parkir itu,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Peker-jaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Rani Sjamsinarsi menegaskan, taman parkir ber-tingkat ABA bukan untuk me-nambah lokasi parkir di Kota Jogja. Tetapi untuk meminda-hkan parkir yang selama ini berada di sisi timur Malioboro. “Lahan parkir ini bukan untuk menambah tapi memindahkan yang ada di trotoar Malioboro, karena di sana nanti akan di-tata,” tandasnya disela penin-jauan di Taman Parkir ABA, Senin sore (21/12).
Meski saat ini sudah mulai digunakan untuk parkir bus, pihaknya masih akan melakukan evaluasi. Seperti pintu masuk motor apakah mengalami kesu-litan untuk naik dan turun. Taman parkir bertingkat ABA, nantinya bisa menampung hingga lebih dari 2.600 motor di lantai dua dan tiga. Sementara di lantai dasar, untuk parkir bus hingga 40 bus saat kondisi penuh. “Nanti Dishubkominfo DIJ yang akan mengkaji waktu pengatu-ran bus saat penuh, bisa dua jam harus keluar dan sebagainya,” jelasnya.
Dalam peninjauan kemarin, meski di lantai dasar sudah di-gunakan untuk parkir bus, tapi proses pengerjaan masih dila-kukan. Termasuk yang berada di lantai tiga, masih terdapat genangan air di beberapa titik. “Saya minta paling lama 24 De-sember harus sudah selesai masalah genangan ini,” tegas Rani pada pimpinan proyek. (pra/ila/ong)