SETIAKY/RADAR JOGJA

GUGUR TUGAS: Letkol (Pnb) Marda Sarjono usai menerbangkan terakhir pesawat Hawk MK 53 dari Lanud Iswahjudi ke Lanud Adisutjipto, 23 Agustus 2015. Foto kanan, Kapten (Pnb) Dwi Cahyadi. Kedua penerbang ini tewas dalam kecelakaan pesawat T-50i Golden Eagle saat melakukan akrobatik di atas Lanud Adisutjipto kemarin (20/12).
grafis-pilot-pesawat-jatuh
Kecelakaan menimpa sebuah pesawat T-50i Golden Eagle yang jatuh di Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU) saat melakukan atraksi Gebyar Dirgantara Yogyakarta 2015, kemarin (20/12). Pesawat jatuh saat melakukan akrobatik dan tebang rendah.
DUA korban tewas dalam kejadian ini adalah Letnan kolonel Marda Sarjono, pilot pesawat yang juga Komandan skuadron XV Madium, dan Kopilot Kapten Dwi Cahyadi. Keduanya meninggal di lokasi kejadian.Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus mengatakan, pesawat jatuh setelah melakukan aktraksi selama 15 menit di udara. Saat melakukan manuver, tiba-tiba pesawat jatuh ke halaman timur Lanud Adisutjipto. “Saat itu diperki-rakan ketinggian sekitar 500 feet. Jatuh pada pukul 09.53 WIB,” katanya kepada wartawan.Setelah pesawat jatuh menghujam ke tanah, lalu tiba-tiba terbakar
Naas, kedua penerbang tidak sempat keluar sebelum pesawat jatuh ke tanah. Pihaknya juga menjelaskan, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal.Imran juga mengatakan, saat hendak digunakan untuk terbang, kondisi pesawat dalam kondisi baik dan layak terbang. “Pesawat ini ber-home base di Madiun dan dalam keadaan baik saat terbang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan pihaknya belum dapat mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan pesawat buatan Korea Selatan itu. Dalam waktu dekat Mabes TNI AU akan menerjunkan tim investigasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.Dia mengatakan saat ini puing pesawat tidak boleh dipindahkan sampai ada tim investigasi yang datang. “Kami masih menunggu tim investigasi. Tidak ada eva-kuasi, karena jenazah keduanya sudah ditemukan,” ungkapnya.
Ia menyebut pesawat Golden Eagle itu masih tergolong baru setelah dibeli tiga tahun lalu dari Korea Selatan. Gebyar Dir-gantara Yogyakarta 2015 yang digelar Sabtu (19/12) dan Ming-gu (20/12) itu diadakan dalam rangka hari ulang tahun ke-70 Sekolah Penerbang AAU. Pesawat T-50i Golden Eagle sendiri merupakan pesawat tempur ringan dengan spesifi-kasi canggih. Seperti pesawat tempur lainnya, pesawat ini juga dilengkapi kursi pelontar. Tapi mengapa Letkol Marda Sartdjono dan Kapten Dwi Cahyadi tidak sempat meng-gunakan kursi pelontar itu?”Pesawat dilengkapi eject mach-ine, sampai saat terakhir seper-tinya tidak sempat digunakan,” tambah Marsma Imran Baidirus menjawab pertanyaan wartawan.
Dikatakan, mengapa pilot tak sempat menggunakan kursi pe-lontar, hal itu akan diselidiki. “Penyebab kecelakaan belum bisa disimpulkan, itu kompe-tensi Mabes TNI AU yang akan datang ke Jogja untuk meninda-klanjuti kecelakaan,” tandasnya.
Saksi mata Wisnu Utomo yang sedang berada di Bandara Adis-utjipto sempat mengabadikan detik-detik kecelakaan pesawat yang sedang beratraksi itu. Dia tak melihat pilot menggunakan kursi pelontar. Pesawat jatuh begitu cepat.
Sementara itu Ratri, seorang saksi mata warga sekitar TKP me-ngungkapkan, ia sempat mendengar dengunan keras sekali sebelum akhirnya disusul bunyi ledakan. “Saya nggak lihat, tapi dengar suara dengungannya keras sekali. Makin lama makin keras, terus terdengar suara ledakan,” ujar Ratri, warga tak jauh dari TKP.
Beberapa saat kemudian, su-ara sirine pemadam kebakaran dan ambulans meraung-raung dan menuju lokasi jatuhnya pe-sawat itu. Ratri yang saat itu berada di dalam rumah, lang sung keluar dan melihat asap menge-pul dari kejauhan.Ia kemudian segera menda-tangi sumber suara yang ter-nyata berasal dari Kompleks AAU. “Kalau saya sudah biasa dengar pesawat, karena rumah saya dekat Lanud. Jadi, tadinya saya kira biasa saja, tak tahunya ada pesawat jatuh,” tambah Ratri.
Seorang warga lain sempat melihat pesawat bermanufer ke kanan dan ke kiri sebelum ke-mudian mengeluarkan asap dan jatuh. Warga lalu berdatangan untuk melihat sisa bangkai pe-sawat dari balik pagar. Tampak ada tiga benda ditutupi terpal yang diduga merupakan bang-kai pesawat. (riz/laz/ong)