SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
SAMBUTAN MERIAH: Inilah skuad PSS Sleman saat menjalani pertandingan persahabatan kontra Bali United di Maguwoharjo International Stadium (MIS) yang dihelat tadi malam. Laga ini dihadiri ribuan pendukung setia PSS Sleman.
SLEMAN – Laga ekshibisi PSS Sleman kontra Bali United berbuah manis bagi tuan rumah. Bermain di hadapan ribuan suporter di Maguwoharjo International Stadium (MIS) tadi malam (20/12), PSS Sleman menang 3-0.
Laga ini terasa spesial. Sebab, diselenggerakan bertepatan dengan setahun insiden sepak bola gajah. Itu adalah laga PSS Sleman kontra PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida 2014 lalu. Maka mayoritas pemain yang diundang dalam laga tersebut skuad PSS 2013-2014.
Yang menarik perhatian pada pertandingan kali ini adalah kehadiran bek jangkung Kristian Adelmund. Dia bahkan dimainkan sebagai starter. Padahal pemain asal Belanda ini baru saja bergabung dengan rekan-rekannya yang lain bertepatan dengan laga.
Tak hanya Adelmund, kehadiran Herry Kiswanto, pelatih yang berhasil mengantarkan PSS Sleman ke delapan besar Divisi Utama 2013-2014 juga menarik perhatian. Sebab, pelatih yang menjalani sanksi seumur hidup dari sepak bola profesional ini kembali dipercaya menangani Anang Hadi cs.
Menghadapi Bali United yang baru saja menjalani turnamen Piala Jendral Sudirman 2015, skuad dadakan PSS tidak terlihat canggung. Di babak pertama kedua tim saling jual beli serangan. Berkali-kali aksi Guy Yunior dan Mudah Yulianto mengancam gawang Sulendra. Sampai dengan 45 menit kedua tim bermain kacamata.
Di babak kedua, baru dua menit dari waktu turun minum, Guy Junior membuka kran gol PSS melalui sundulan sempurna. Tertinggal dari PSS, skuad asuhan Indra Sjafri ini melakukan sejumlah pergantian pemain. Namun pergantian pemain yang dilakukan oleh mantan pelatih timnas U-19 ini belum membuahkan asal.
Di menit 61, PSS Sleman justru memperbesar keunggulan melalui tendangan penalti Wahyu Gunawan. Sementara 4 menit jelang waktu normal usai, kembali Guy Yunior menciptakan gol pamungkas yang membawa kemenangan PSS 3-0.
Herry Kiswanto mengaku cukup senang dengan hasil yang diraih. Tanpa adanya persiapan yang cukup, skuad asuhannya ternyata mampu mencapai hasil yang memuaskan. “Senang bisa kembali lagi. Saya harap masyarakat bisa terhibur dengan hasil ini,” jelasnya.
Pria kelahiran Banda Aceh ini juga berterimakasih kepada suporter yang tetap setia mendukungnya. Laga persahatan tersebut merupakan perhatian dari para pendukung.
Ya, laga berajuk Cinta dan Dedikasi ini sendiri digelar oleh kelompok superter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS). Laga tersebut digelar sebagai bentuk perhatian terhadap para pemain, terutama mereka yang tengah menjalani hukuman akibat sanksi.
Menurut panitia, yang dikedepankan dari laga ini bukan bukan aib sepak bola gajah. Tetapi perhatian dan bukti nyata BCS terhadap para pemain. Sebab dari hasil penjualan tiket akan memberikan kepada pemain. (bhn/din/ong)