GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
LEGENDA: Pemain Surabaya United (SU) Slamet Nurcahyo (kanan) dikawal pemain Pusamania Borneo FC Srojan Lopicic di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Minggu (13/12). Malam ini, Slamet kembali merumput di MIS.
SLEMAN –Kepolisian Resor (Polres) Sleman akan menindak para suporter yang bersikap anarki. Penjagaan ekstra ketat akan dilakukan terhadap para suporter dari luar hingga dalam stadion saat laga lanjutan Piala Jenderal Sudirman di Maguwo-harjo International Stadium (MIS) hari ini. “Pada prinsipnya silakan suporter datang ke Sleman, tapi harus tertib. Apabila melanggar atau bersikap anarkistis, akan kami tindak,” tegas Kapolres Sleman AKBP Farid Zulkarnain kemarin (18/12).
Pernyataan Farid ini menang-gapi jadwal laga sore dan malam ini. Di laga pertama memperte-mukan Persipura Jayapura kon-tra Pusamanio Borneo. Dan laga kedua antara Arema Cronus v Surabaya United. Laga kedua ini dipastikan berlangsung ketat. Terlebih kedua tim memiliki basis massa suporter yang fana-tik. “Kami belajar pada kejadian saat pertandingan pertama lalu. Masih ada kelompok suporter yang melempar botol ke dalam lapangan atau menyalakan pe-tasan dan flare. Ini jelas mengang-gu pertandingan,” kata Farid.
Terlebih lagi juga adanya penyerangan terhadap bus salah satu tim yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Makanya pengamanan nanti akan lebih diperketat. Panitia pelaksana (panpel) Pi-ala Jenderal Sudriman (PJS) men-gonfirmasi kedatangan sekitar 15 ribu kelompok pendukung Arema Cronus, Aremenia. “Sudah ada pemesanan sekitar 15 ribu lembar tiket dari Aremania. Pada hari pelaksanaan bisa meningkat jum-lahnya,” jelas Edyanto.
Untuk penempatan suporter, Aremania akan ditempatkan di tribun timur dan utara. Semen-tara untuk kelompok suporter Surabaya United, diberi lokasi di tribun sisi selatan atau barat. Ra-tusan suporter Surabaya United sendiri sudah berdatangan di Jogja dan sekitarnya sejak Kamis (18/12). “Memang untuk jumlah suporter SU tidak sebanyak Are-mania,” jelasnya.(bhn/din/ong)