KULONPROGO – Terkait pengunduran diri Kepala Dukuh Sidorejo R. Sutrisno, kecamatan segera melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Camat Temon Djaka Prasetya akan melakukan pencer-matan alasan pengunduran diri dukuh tersebut. Terlebih, surat tem-busan penguduran diri yang bersangkutan baru diterima kecamatan Kamis (17/12) lalu
“Ya nanti kita akan klarifikasi dulu, sebelum mengeluarkan rekomendasi,” ucap Djaka yang ikut datang dalam proses pen-gukuran lahan badara di Pedu-kuhan Sidorejo mendampingi Assda II Triyono, kemarin (18/12).Djaka mengungkapkan, sekilas dia sudah membaca surat ter-sebut. Ada empat poin alasan yang dicantumkan dalam surat pengunduran diri itu. Selain alasan hati nurani, juga mem-permasalahkan sikap kepala desa Glagah. Masalah ini juga akan diterus-kan ke atas yakni kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perem-puan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB). “Camat hanya memberikan rekomendasi, ka-lau yang lebih berwenang dalam memberhentikan adalah kades,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengunduran Kepala Dukuh Sidorejo dilakukan Sutrisno Rabu (16/12) lalu. Dia menyera-hkan surat yang ditandatangi diatas materai ke kades dan kecamatan.
Sebelumnya, dia mengaku sempat diberikan tu-gas oleh kades Glagah untuk melakukan pendataan tanah warga yang akan terdampak bandara. Sementara Pedukuhan Sidorejo sejauh ini memang dikenal sebagai wilayah yang mayoritas warganya menolak bandara. Saat dikonfirmasi melalui te-lepon, Sutrisno tidak mau pan-jang lebar menjelaskan alasan pengunduran dirinya. “Memang benar saya mundur, terima ka-sih,” ucapnya langsung menutup telepon. (tom/ila/ong)