Zakki Mubarok/Radar Jogja
PEDULI LINGKUNGAN: Kepala Dispertahut Partogi Dame Pakpahan menyerahkan secara simbolis bibit pohon buah kepada pengelola Kebun Buah Mangunan di acara Hari Menanam Nasional kemarin (17/12).
DLINGO – Pemkab Bantul turut ambil bagian dalam penanganan dampak pemanasan global. Itu ditandai dengan penanaman pohon di Kebun Buah Mangunan,kemarin (17/12).
Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Bantul Maman Permana mengatakan, dampakpemanasan global membawa sejumlah dampak yang luar biasa. Salah satunya menurunnya produktifitas pertanian. “Karena perubahan musim menjadi tidak menentu,” terang Maman di sela acara Hari Menanam Nasional di Kebun Buah Mangunan.
Kondisi itu, menyebabkan para petani bingung untuk menentukan masa tanam. Sebagian petani ada yang nekat melakukan penanaman, meskipun pada akhirnya mereka mengalami kerugian karena sejumlah penyebab. Mulai kekurangan suplai air hingga terserang hama seperti yang dialami para petani bawang merah di pesisir pantai selatan.
Menurut Maman, pemanasan global terjadi karena sejumlah hal. Di antaranya, asap kendaraan, asap pabrik, penggunaan air conditioner, hingga rumah kaca. “Ini persoalan lingkungan yang menjadi tanggungjawab bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pemanasan global diminimalisasi dengan penanaman pohon. Karena itu, dia berharap penanaman pohon di Kebun Buah Mangunan dapat mengembalikan fungsi dasar hutan. Toh, keberadaan hutan dapat menjaga kestabilan suplai air saat musim kemarau tiba. “Semoga bisa meminimalisasi kekurangan air,” tambahnya.
Ada 400 bibit tanaman sawo, sirsat, dan alpukat yang ditanam di Kebun Buah Mangunan. Selain itu, pemkab juga menanam 600 pohon perindang.(zam/din/ong)