JOGJA – Dalam rangka Hari Juang Kartika, Korem 072 Pamungkas menggelar bhakti sosial operasi bibir sumbing.
Puluhan penderita bibir sumbing di wilayah Korem 072 Pamungkas mendapatkan operasi dan pengobatan gratis. Meski demikian, hingga saat ini, Korem masih kekurangan pasien bibir sumbing.
Kepala Staf Korem 072 Kolonel Inf Arkamelvi Karmani mengatakan, target peserta operasi bibir sumbing untuk wilayah Korem Pamungkas sebanyak 160 pasien. Namun saat ini baru tercatat 34 pasien yang siap menjalani operasi. Sebanyak 28 berasal dari wilayah Kedu dan sisanya DIJ.
“Kami mengajak siapa pun warga yang menderita bibir sumbing dan dinding, atau kalau ada warga yang keluarganya mengalami bibir sumbing silakan lapor untuk dioperasi. Bisa melalui Koramil, Kodim, atau langsung ke RS DKT DR Soetarto Jalan Juwadi 19 Kotabaru,” ujarnya seusai melihat langsung salah satu pasien yang selesai dioperasi.
Menurutnya, semangat yang diusung TNI pada Hari Juang Kartika adalah kembali kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya berupaya terjun ke seluruh pelosok daerah untuk mencari warga yang membutuhkan bantuan berupa operasi bibir sumbing. Kasrem menerangkan, ada dua jenis operasi pada penderita bibir sumbing, yakni operasi luar dan dalam. Untuk anak-anak, operasi ini diharapkan bisa membantu kembali memulihkan kepercayaan diri.
“Biaya operasi kan mahal, hari ini kami sumbangkan bhakti kepada masyarakat. Operasi kita lakukan terus sampai target yang ditetapkan tercapai. Bahkan setelah tercapai pun kita lanjutkan. Jadi masyarakat jangan ragu silahkan lapor ke koramil atau Kodim nanti akan diantar,” terangnya.
Kepala RS DKT DR Soetarto Letkol Ckm Tri Atmodjo Budi Utomo menambakan, sebelum melakukan operasi pihaknya akan memeriksa terlebih dulu kondisi pasien. Operasi kategori ringan dan sedang, dapat dilakukan di RS DKT. Namun untuk penderita berat akan dirujuk ke RS Dr Sardjito.
“Kami terbuka untuk menerima pendaftar berikutnya. Kuotanya juga masih banyak dan kami layani setiap hari. Jangan ragu silakan daftarkan diri,” ungkapnya. (riz/jko/ong)