Radar Jogja File
MEMORI: Laga PSS Sleman v PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida yang disebut sebagai sepak bola gajah.
SLEMAN – Kelompok suporter PSS Sleman Brigata Curva Sud (BCS) menggelar laga persahabatan antara PSS Sleman kontra Bali United di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Minggu (20/12). Laga tersebut juga sekaligus peringatan setahun sepak bola gajah yang terjadi 2014 lalu.
Melalui siaran pers yang dirilis oleh BCS laga persahabatan bertajuk “Cinta dan Dedikasi”. Laga tersebut digulirkan sebagai tindakan nyata BCS dalam memperjuangkan hak-hak pemain yang menjadi korban sepak bola gajah satu tahun yang lalu. Sebagian dari hasil penjualan tiket, akan diserahkan kepada korban sepak bola gajah.
Panita Pelaksana (panpel) Sleman Edyanto menyambut baik penyelenggaraan laga persahabatan PSS Sleman kontra Bali United. Sebab, pasca dihentikannya kompetisi PSS mengalami vakum yang cukup panjang. MIS sebagai markas PSS Sleman pun jarang dipergunakan untuk ajang kompetisi nasional.
Laga besar yang digelar di MIS pun tidak melibatkan PSS, seperti Piala Jendral Sudirman.
“Ini bisa mengobati rasa rindu seluruh pecinta PSS Sleman akibat vakumnya kompetisi Indonesia,” jelas Edyanto Kamis (17/12).
Pada laga yang digelar pada Minggu malam nanti, PSS Sleman akan menggunakan mayoritas pemain yang bergabung 2013-2014. Seperti laga persahabatan kontra Arema Cronus beberapa waktu lalu, Anang Hadi didapuk menjadi kapten tim. Sedangkan pelatih akan dipercayakan kepada Herry Kiswanto yang kini menjalani hukuman seumur hidup dari Komisi Disiplin PSSI.
Edyanto menjelaskan, sebelumnya pihak BCS akan mengundang PSIS Semarang. Hanya saja, pihak PSIS Semarang belum memberikan kepatian sampai tenggat waktu yang ditentukan. Sehingga, laga persahabatan dialihkan kepada Bali United yang akan menjalani turnamen di Jawa Tengah.
Edyanto menjelaskan, panpel mencetak 20 ribu tiket. Tiket harga termurah Rp 20 ribu dan paling mahal Rp 40 ribu. “Semoga laga persahabatan bisa menyedot animo masyarakat. Sebab bukan aib sepak bolanya yang akan diangkat, melainkan kepedulian dari kelompok suporter seperti BCS kepada para pemain,” jelasnya.
Skuad pemain PSS yang dipanggil yakni Ali Barkah, Herman Baak, Gratheo Hadi, Riyono, Ade Cristian, Kristian Aldemund, Wahyu Gunawan, Taji Prashetio, Rasmoyo, Waluyo, Anang Hadi, Mudah Yulianto, Awank, Marwan, Eko, Dicky, Guy Junior, dan Agung Suprayogi. Sementara offisial tim yakni Herry Kiswanto, Edi Broto dan Herwin. “Herry Kiswanto dan Aldemund akan datang ke Sleman pada hari H pelaksanaan. Sedangkan saat ini sebagian pemain sudah mulai berlatih,” jelasnya. (bhn/din/ong)