HADIAH: Siswa SMKN 6 Jogja mendapatkan door prize helm SNI dari PT Jasa Raharja.

logo-jasa-raharja
Humas PT Jasa Raharja DIJ Arnold Dwi Novrianto mengatakan, sebagai perusahaan BUMN, PT Jasa Raharja memiliki sejumlah tugas dan fungsi. Salah satunya adalah mengurusi santunan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Santunan ini diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan. “Yang berhak mendapatkan adalah korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum seperti pesawat terbang, kapal laut, dan angkutan darat,” kata Arnold kepada para siswa SMKN 6
Nilai santunan berbeda. Untuk korban luka-luka kecelakaan lalu lintas darat dan laut yaitu Rp 10 juta dan Rp 25 juta untuk korban meninggal. Sedangkan untuk korban angkutan udara Rp 25 juta untuk korban luka-luka dan Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia. “Santunan tersebut sebagai bentuk empati pemerintah kepada korban,” terang Arnold.
Untuk menekan angka kecelakaan, Arnold mengajak kepada para siswa SMKN 6 Jogja ikut menyukseskan program pemerintah yaitu Bersatu Keselamatan Nomor 1. Caranya, tertib berlalu lintas, yang belum memiliki SIM tidak mengemudikan sepeda motor/mobil, tidak ngebut, dan tidak melanggar marka jalan.
Sebab, keselamatan lalu lintas merupakan tanggungjawab bersama yaitu pemerintah, aparat penegak hukum, PT Jasa Raharja, instansi pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat termasuk pelajar.”Kami mohon para pelajar bersedia menjadi duta keselamatan berlalu lintas dan duta Jasa Raharja, baik dilingkungan sekolah, tempat tinggal maupun di keluarga,” tandas Arnold.
Acara tersebut disiarkan langsung oleh Radio Republik Indonesia (RRI). Dalam kesempatan itu, Jasa Raharja juga memberikan doorprize berupa helm SNI kepada siswa yang belum memiliki helm. (mar/din)