Hendri Utomo/Radar Jogja
GARA-GARA JAMUR: Kalimah, 40, warga Pedukuhan Paingan RT 11 RW 06, Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo, masih dirawat di ruang Bogenvile RSUD Wates, kemarin.

KULONPROGO – Gara-gara mengonsumsi jamur, satu keluarga yang terdiri atas ibu dan dua anaknya harus dilarikan ke rumah sakit. Ketiganya mengalami keracunan dan terpaksa dirawat intensif di RSUD Wates, Kulonprogo.
Ketiga korban itu adalah Kalimah, 40, dan dua anaknya Fema Kurniawati, 11, serta Safitri Anggun Istiqomah, 5, warga Paingan, RT 11 RW 06, Desa Sendangsari, Pengasih. Ketiganya dilarikan ke rumah sakit Selasa (15/12) malam.
“Saya masih harus menjalani perawatan di sini. Dua anak saya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan,” ucap Kalimah yang masih tergolek lemas di Bangsal Bougenville, RSUD Wates, kemarin (16/12).
Kalimah menjelaskan, Selasa (15/12) sore suaminya, Rame, 42, pulang merumput dan membawa jamur untuk dimasak. Jamurnya besar seperti payung dan dikira jamur barat yang enak untuk dikonsumsi. Sebelum dimasak, jamur sebetulnya juga sudah direbus, kemudian baru ditumis. “Sama sekali saya tidak begitu memperhatikan jamur itu,” jelasnya.
Ditambahkan, setelah berselang sekitar seperempat jam, anaknya Safitri mulai muntah, kemudian disusul anak pertamanya Fema. Baru kemudian Kalimah. Selain muntah ketiganya juga mengalami diare.
“Suami saya dan mertua tidak ikut makan karena suami baru saja sakit perut, jadi saya ingatkan tidak usah makan,” imbuhnya.
Setelah mengalami gangguan pencernaan dan muntah-muntah, ketiganya langsung dilarikan ke RSUD Wates. Sempat dirawat di IGD beberapa jam, ketiganya kemudian dipindah ke bangsal. “Saat ini kondisi sudah lumayan, hanya tensi naik hingga 170. Mungkin panik melihat kedua anak saya ikut keracunan,” ungkap Kalimah.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan Pasien RSUD Wates dr Witarto mengatakan, kedua pasien atas nama Fema dan Safitri sudah diizinkan pulang, karena kondisinya memang sudah membaik dan stabil. “Untuk Ibu Kalimah memang belum stabil, karena racun belum keluar semua. Masih kami pantau dulu sampai stabil, baru boleh pulang,” kata Witarto. (tom/laz/ong)