Kasi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Ditlantas Polda DIJ, Kompol Sulasmi dan Humas PT Jasa Raharja DIJ, Arnold Dwi Novrianto saat sosialiasi di SMKN 6 Jogja, kemarin.


JOGJA – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ mendatangi SMKN 6 Jogja, kemarin (16/12). Kedatangan mereka untuk sosialisasi pendidikan keselamatan dan etika berlalu lintas. Salah satu alasannya, beberapa tahun terakhir korban kecelakaan lalu lintas didominasi usia produktif, termasuk para pelajar. “Bagi adik-adik yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) jangan nekad mengemudikan sepeda motor atau mobil,” kata Kasi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Ditlantas Polda DIJ Kompol Sulasmi.
Pelajar yang belum memiliki SIM tapi nekad mengemudikan sepeda motor atau mobil di jalan raya suatu ketika akan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebab, ia belum memiliki keahlian mengemudi kendaraan. “Mengemudi itu bukan sekadar menarik gas tetapi ada rambu-rambu lalu lintas yang harus ditaati. Jika melanggar rambu akibatnya bisa fatal. Bisa kecelakaan,” ingat Sulasmi.
Sulasmi mengingatkan, para siswa yang sudah memiliki SIM agar selalu taat dan tertib berlalu lintas. Saat berkendara jangan sekali-kali melanggar rambu lalu lintas seperti menerobos lampu merah, melanggar marka, dan rambu alat peraga isyarat lalu lintas (APILL). Larangan itu sesuai dengan UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). “Jangan ngebut dan jangan lupa kenakan helm SNI sampai bunyi klik. Satu lagi, jangan memodifikasi sepeda motor atau merubah motor dari bentuk aslinya,” ingatnya.
Sulasmi menyambut baik larangan bagi siswa yang belum memiliki SIM untuk membawa sepeda motor ke sekolah. Larangan tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur DIJ Nomor 54 Tahun 2011. “Yang paling penting adalah selalu berhati-hati ketika berkendara. Sebab, faktor kecelakaan bisa terjadi karena pengemudi, cuaca, jalan, dan kendaraan,” jelasnya.
Kepala SMKN 6 Jogja Darwestri mengatakan, siswa yang belum memiliki SIM dilarang membawa sepeda motor saat pergi dan pulang ke sekolah. Jika ada siswa yang nekad membawa sepeda motor akan dikenai saksi teguran hingga surat peringatan. “Setahun dua kali kami mengadakan kegiatan SIM massal. Bagi siswa yang sudah memiliki KTP bisa ikut tes di sekolah,” katanya. (mar/din/ong)