SEWON – Gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) menyisakan catatan bagi Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Dari catatan terakhir JPPR, kedua pasangan calon (paslon)yang bertarung di pilkada 2015 tidak transparan dalam pengelolaan dana kampanye.
Koordinator JPPR DIJ Lilik Raharjo menegaskan, kedua paslon terkesan hanya menggugurkan kewajiban administratif saat menyerahkan laporan awal dana kampanye (LADK). Selain itu juga laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) maupun laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK). “Secara administratif mereka memenuhi dan tidak ada yang dilanggar. Tapi belum ada transparansi,” terang Lilik saat memberikan keterangan pers terkait catatan pilkada JPPR di RM Parangtritis, kemarin (16/12).
Lilik menguraikan, ada banyak kegiatan yang dilakukan tim sukses masing-masing paslon selama masa kampanye. Di antaranya, jalan sehat. Tapi kegiatan ini tidak masuk dalam laporan pengeluaran keuangan mereka.
Dijelaskan Lilik, sebagai salah satu lembaga pemantau pilkada JPPR tidak dapat berbuat banyak perihal kedua paslon yang tidak menunjukkan transparansi.”Kami hanya dapat merekomendasikan agar legislatif menggodok betul undang-undang yang mengatur pilkada,” tandasnya.
Lilik mengakui berbagai laporan keuangan paslon akan diaudit oleh kantor akuntan publik (KAP). Tetapi, hasil audit ini tidak berpengaruh terhadap hasil coblosan pilkada. KAP hanya sebatas mengoreksi dan mencocokkan laporan keuangan dengan nota pengeluaran.
Atas dasar itu, Lilik pun menengarai pasangan calon bupati-wakil bupati terpilih berpotensi tidak mengedepankan transparansi kala menjalankan roda pemerintahan nanti.
“Kalau potensi memang tetap ada,” tegasnya.
Peneliti JPPR DIJ Umar Said menambahkan, praktik money politic belakangan ini kian bervariatif. Tim sukses tidak hanya memberikan uang kepada calon pemilih. Lebih dari itu, tim sukses juga menggelar berbagai kegiatan yang memberikan iming-iming hadiah. Misalnya, agenda kegiatan jalan sehat dengan hadiah sepeda motor.
“Sayangnya, masyarakat tidak sadar hal itu,” tambahnya.(zam/din/ong)