JOGJA – Masyarakat boleh saja menge-luhkan armada bus Transjogja yang mung-kin dianggap sudah tidak layak, namun pihak pengelola masih tetap saja akan menggunakan armada lama. Ini karena permintaan penggantian bus sebanyak 34, hanya disetujui 25 unit. Pada hal yang ha-rus dipakai operasional sebanyak 74 bus. Seperti diketahui, Pemprov DIJ sudah memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan operator bus Trans Jogja saat ini, PT Jogja Tugu Trans (JTT), dan menunjuk BUMD PT Anindya Mitra Internasional (AMI) sebagai operator baru pada 2016. Meski telah menunjuk opearor baru, bus yang akan digunakan, kebanyakan masih akan menggunakan bus lama
Hal itu terungkap dalam rapat Pansus Pengelolaan Sistem Transportasi di DPRD DIJ, ke-marin (14/12). Dalam rapat disebutkan, dari 74 bus yang melayani delapan rute, hanya 25 bus yang baru. “Untuk bus baru merupakan bantuan dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komuni-kasi dan Informatika (Dishub-kominfo) DIJ Sigit Haryanta dalam rapat Pansus.Lebih jauh dijelaskan, untuk bus lama ada 74 bus, terdiri dari 20 bus milik PT AMI, 20 bus mi-lik PT JTT, serta 34 bus milik PT JTT yang lama merek Hyundai. “Untuk 40 bus masing-masing milik PT AMI dan PT JTT, masih bisa dikatakan baru juga,” tandasnya.
Diakui oleh Sigit, khusus untuk 34 bus milik PT JTT merek Hyundai, memang sudah tidak layak. Itu merupakan armada Transjogja generasi pertama atau sejak Transjogja dioperasional-kan pada 2008 lalu. Pihaknya sudah berupaya mengajukan pergantian 34 armada bus ter-sebut ke pemerintah pusat. “Kami mintanya 34 bus peng-ganti, tapi Jakarta (pemerintah pusat) hanya memberikan 25 bus. Bus baru tersebut segera tiba di sini,” katanya.
Mantan Kepala Biro Umum Humas dan Protokoler (UHP) Setprov DIJ tersebut menamba-hkan, jika bantuan pemerintah pusat berupa 25 bus tiba di DIJ, maka operasional Transjogja yang layak, sebanyak 65 armada dari total 74 armada yang dibu-tuhlan. Yaitu 20 bus milik PT AMI, 20 bus milik PT JTT, dan 25 bus baru. “Total 65 unit. Se-hingga masih kurang sembilan bus. Kekurangan ini untuk mem-beli baru jelas tidak mungkin karena 1 Januari sudah opera-sional,” ungkapnya.Solusi yang ditawarkan Dis-hubkominfo DIJ, yaitu diambil dari 34 bus Transjogja generasi pertama (merek Hyundai milik PT JTT). “Akan dipilih sembilan bus dengan kondisi terbaik dari 34 bus yang ada,” katanya. Sigit menjamin, operasional sembilan bus bekas tersebut tidak lama, tidak sampai setahun, dan segera digantikan yang baru. “Pa-ling hanya 4-6 bulan. Mungkin 3-4 bulan baru bisa beli bus dan di-operasikan sekitar April,” jelasnya.
Ketua Pansus Pengelolaan Sistem Transportasi DPRD DIJ Sukamto mengaku heran oper-sional Transjogja pada 2016 mendatang masih menggunakan bus bekas. Menurut dia, peng-elola Transjogja maupun Dis-hubkominfo harus intensif mela-kukan pemantauan terhadap keberadaan sembilan bus bekas yang tetap dioperasionalkan tersebut.Namun, Politikus PKB ini mengakui, secara umum kebe-radaan Transjogja pada 2016 lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Setidaknya armada Transjogja berasap tebal pekat berkurang jumlahnya, AC lebih dingin tidak seperti spa berjalan dan lainnya,” ungkap-nya. (pra/jko/ong)