GUNTUR AGA TIRTNA/RADAR JOGJA
SIDAK JAJANAN SEKATEN: Petugas Balai BPOM DIJ menguji sampel jajanan saat melakukan inspeksi mendadak di arena PMPS di Alun-alun Utara Jogja, Senin (14/12).
OGJA – Kewaspadaan masyarakat dalam mengon-sumsi makanan saat berjalan-jalan perlu ditingkat-kan. Dalam pemeriksaan yang dilakukan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIJ terhadap makanan dan minuman di arena Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun Utara Senin (14/12) ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya
Dari sejumlah sampel maka-nan dan minuman yang diam-bil di arena pasar malem terse-but, ditemukan terdapat dua sampel makanan yang positif mengandung bahan berbahaya, berupa zat warna tekstil rhoda-min B. Kedua sampel ini adalah arum manis berwarna merah dan ungu. Tapi tidak semua arum manis yang dijual di Sekaten menggunakan rhoda-min B. “Dari empat sampel arum manis, hanya dua yang kita te-mukan, lainnya tidak,” ujar Kepala BPOM DIJ I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.Dalam pemeriksaan jajanan di PMPS, petugas Balai POM DIJ mengambil 12 sampel ma-kanan dan minuman untuk diperiksa di mobil labolatorium yang dibawa ke pasar malam tersebut. Dua belas sampel ma-kanan ini antara lain bakso, mie bakso, kolang kaling, empat sampel arum manis, bakso tusuk dan brondong. “Dari sampel tersebut, hanya dua yang positif menggunakan bahan berbahaya pewarna tek-stil,” katanya.
Menurut dia, pemeriksaan ma-kanan dan minuman di arena sekaten ini dilakukan untuk memberikan kepastian keamanan pangan pada pengunjung arena pasar malam tersebut. “Kami ikut berpartisipasi dalam mengawal keamanan pangan. Kami lakukan pengawasan pada bahan berba-haya yang digunakan dalam makanan,” katanya.I Gusti Ayu Adhi Aryapati me-nyatakan, pihaknya mewaspadai empat bahan berbahaya yang biasa digunakan pedagang ma-kanan saat berjualan. Yaitu boraks, rhodamin B merah dan rhodamin B kuning, serta formalin.Kepala Bidang Sertifkasi dan Layanan Informasi Konsuman BPOM DIJ Diah Tjahjonowati menambahkan, ada beberapa pedagang arum manis di arena sekatan, tapi hanya terdapat satu pedagang yang positif meng-gunakan bahan berbahaya untu mewarnai makanan. “Jadi tidak semua arum manis meng-gunakan bahan tersebut ( rhodamin B),” katanya.
Bahan berbahaya ini, kata dia, bersifat karsigenik. Yaitu efeknya tidak akan dirasakan langsung oleh konsumen, namun dalam jangka lama bisa merusak sistem pencerna-kan hingga mengakibatkan kematian. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih waspada. “Seperti jangan membeli makanan yang ke-masannya rusak, kedaluwarsa dan sudah tidak layak edar, jika ditemukan juga akan lang-sung kami musnahkan,” tegasnya. (pra/jko/ong)