KULONPROGO – Warga Wahana Tri Tunggal (WTT) berencana menghadiri pertemuan dengan PT Angkasa Pura I, Pemprov DIJ, Pemkab Kulonprogo dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pertemuan akan membahas tentang kelanjutan pengukuran dan pendataan lahan di mana selama ini warga WTT menolaknya.
Ketua WTT Martono menyatakan, pertemuan rencana akan dilaksanakan di salah satu rumah makan di Wates, hari Senin ini (14/12). Dari pihak WTT akan hadir 20 orang, terdiri atas pengurus, koordinator lapangan masing-masing wilayah, serta perwakilan warga WTT.
“Pertemuan itu untuk menyikapi pengukuran lahan calon lokasi pembangunan bandara. Pertemuannya seperti apa, kami masih menunggu,” kata Martono kemarin (13/12).
Martono menegaskan, hingga kini sikap WTT tetap sama, yakni menolak bandara, termasuk pengukuran lahan. Pengurus WTT dan perwakilan warga berencana menghadiri pertemuan untuk menegaskan sikap tersebut.
“Biar mereka tahu dan mendengar langsung dari korlap-korlap per pedukuhan. Selama ini yang menyampaikan sikap kan hanya pengurus-pengurus, mungkin mereka masih kurang percaya,” tegasnya.
Ditambahkan, pihaknya tidak khawatir terkait informasi bahwa warga yang menolak pengukuran maka luas tanah, rumah, dan pohon-pohonnya tidak bisa diketahui secara pasti. Pasalnya warga WTT memang tidak berniat menjualnya.
“Tidak diukur, tidak tahu ukuran rumah dan lainnya tidak apa-apa, karena memang tidak dijual. Kalau mau (mengukur) dengan aparat, kami siap berbenturan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Project Manager Kantor Proyek Pembangunan Bandara Baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura I Sujiastono menyatakan, akan ada koordinasi dan pertemuan dengan warga yang menolak pengukuran. Pihaknya siap melakukan pertemuan agar lahan bisa segera diukur.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kulonprogo Muhammad Fadhil mengungkapkan, pengukuran masih tersisa di tiga pedukuhan. Yakni Pedukuhan Kretek dan Sidorejo di Desa Glagah, dan Pedukuhan Kragon II di Desa Palihan.
Pengukuran akan dilakukan setelah pertemuan dengan warga yang menolak (WTT) serta pihak-pihak terkait. Pertemuan juga akan membahas terkait fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah.
“Setahu saya, pengukuran Satgas A sudah mencapai 90 persen, sedangkan pendataan oleh Satgas B mencapai 83 persen dari total 3.229 bidang,” ujarnya. (tom/laz/ong)