SLEMAN – Pusamania Borneo FC berhasil melakukan revans saat bertemu Surabaya United dalam babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman Grup E, di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (13/12).
Kemenangan 2-1 tim berjuluk Pesut Etam tersebut dibukukan oleh Rizky Pora menit 47 dan Goran Ganchep menit 58. Sementara gol semata wayang hadir melalui kaki Ilham Udin di menit 12.
Dibabak pertama Surabaya United sebenarnya bisa unggul lebih dari satu gol andaikan dua peluang emas bisa dimanfaatkan oleh Evan Dimas. Bola hasil salah umpan dari kiper Jendri Pitoy gagal dimanfaatkan oleh eks pemain timnas U-19.
Padahal posisi Evan satu lawan satu dengan kipper. Namun sepakannya masih dapat diepis. Peluang kedua Evan pun sama. Umpan silang Pedro Javier gagal dikonversi menjadi gol. Padahal posisi Evan sudah berdiri bebas dan tendangan kerasnya lagi berhasil di blok Jendri.
Di babak kedua, Pusamania tampaknya mulai melakukan perubahan taktik. Bola-bola panjang mulai diperagakan oleh Hamka Hamzah cs. Perubahan taktik tersebut membuahkan hasil. Di menit ke 47 Pusamania berhasil menyamakan kedudukan melalui set piece bola mati Rizky Pora. Kegagalan antisipasi Jendri Pitoy menyebabkan bola lambung mengalir ke mulut gawang.
Gol penyeimbang Pusamania tampaknya menjadi penyemangat bagi skuad Pesut Etam. Kombinasi serangan Tereng Owang, Jajang Mulyana dan Srojan Lopicici berhasil membuat benteng pertahanan Surabaya United bekerja keras. Hal tersebut ternyata berbuah manis karena bek-bek SU lebih banyak membuang bola dan menghasilkan sejumlah corner.
Dari corner inilah gol kemenangan Pusamania tercipta. Dimenit 58, tandukan keras Goran meluncur deras ke mulut gawang Jendri Pitoy hasil sepakan pojok Srojan Lopicic.Kemenangan 2-1 tersebut mampu dipertahankan hingga menit akhir.
Menjelang akhir babak pertama Surabaya United harus bermain dengan 10 pemain. Pelanggaran keras pemain Surabaya United, Rudi Widodo terhadap Fandi Ahmad berbuntut kartu merah. Bahkan, sempat terjadi aksi bersitegang antara kedua skuad akibat pelanggaran keras Rudi Widodo.
Pelatih Surabaya United Ibnu Grahan dalam jumpa persnya sempat meminta maaf atas perilaku kotor anak asuhnya di lapangan. “Saya minta maaf atas permainan kasar Rudi. Memang diakhir-akhir tensi anak-anak sempat meninggi,” jelasnya.
Diakui Ibnu, kekalahan akibat lemah mengantisipasi bola-bola mati. “Saya akui kami lemah dalam hal tersebut. Kedepan akan kita perbaiki,” tandasnya.
Pelatih Pusamania Burneo mengakui puas berhasil revans atas Surabaya United. Diakui olehnya, gol cepat Surabaya akiba belum teroganisirnya permainan Hamka cs.”Sekitar 20 menit pertama kami belum teroganisir dengan baik. Namun hal itu bisa kami atasi. Terutama dibabak kedua,” jelasnya.
Sementara itu kehadiran Slamet Nur Cahyo (SNC) di MIS mendapatkan perhatian tersendiri dari penontoton. Saat menginjakkan kakinya di menit 71 menggantikan Asep Berlian langsung disambut aplause oleh penonton. Hal tersebut cukup maklum karena SNC sendiri sempat menjadi idola di MIS sebelum akhirnya hijarah ke Persiba Bantul.
Bahkan aksi SNC sebagai pemain pengganti bisa dibilang cukup mengesankan. Sebuah peluang emas lahir dari SNC. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti masih dapat ditepis Galih Sudaryono. (bhn/din)