JAKARTA – Sekitar 500 pengendara motor memaksa pintu masuk Tol Ancol Timur, Jakarta, Minggu (14/12). Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) yang sedang bertugas pun berupaya melarang pengendara motor itu masuk. Tapi karena ratusan pemotor itu terus memaksa, polisi itu mengeluarkan tembakan. Kaki seorang tukang ojek di rombongan itu pun tertembak. Polisi berdalih itu adalah tembakan peringatan ke udara.
Penembakan ini pun tengah ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya. Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Polisi Janner Pasaribu mengatakan, pihaknya sudah memanggil dua orang anggota Polisi Jalan Raya (PJR) yang melepaskan tembakan itu.
“Kalau soal itu, anggota kami sudah saya tanyai. Namun menurut pengakuan kedua anggota PJR tersebut tembakan mengarah ke udara dan hanya tembakan peringatan, tidak bermaksud untuk melumpuhkan,” jelas dia ketika dihubungi, Senin (14/12)
Janner mengungkapkan, untuk bahan penyelidikan, pihak Propam akan mengambil proyektil peluru dalam tubuh korban. Hal itu bertujuan agar bisa melihat peristiwa itu sebagai kesalahan prosedur atau tindakan tidak disengaja.
“Untuk itu kami masih menunggu hasil penyelidikan, sekarang korban sudah dioperasi untuk dilakukan pengangkatan proyektil,” tutup dia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal menjelaskan tidak menutup kemungkinan tukang ojek ditembak oleh begal. Sebab, menurut Iqbal, pelaku begal sekarang selalu membawa senjata api untuk melumpuhkan korbannya.
“Bisa saja ada dua kejadian di waktu yang sama, soalnya para pelaku begal biasanya membawa senjata api rakitan untuk melumpuhkan korbannya,” ujar Iqbal. (Mg4/jpnn)