SLEMAN- Hasil rekapitulasi perolehan hasil suara Pilkada 2015 memang belum disampaikan secara resmi oleh KPU Sleman. Namun, berdasarkan rekapitulasi data formulir C1 (pemilih) menunjukkan, tingkat partisipasi pemilih hanya mencapai 72,8 persen atau 561.154 pemilih.
Angka itu jauh lebih rendah dari target KPU sebesar 85 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 770.777 orang. Adanya penurunan tingkat partisipasi pemilih diakui Ketua KPU Ahmad Shidqi berdalih ada dua hal yang menyebabkan adanya penurunan partisipasi pemilih dibanding Pilpres 2014, yakni perbedaan kharakteristik pemilih dan ketokohan calon. “Jadi jangan bandingkan pilkada dengan pilpres,” katanya.
Saat pilpres lalu, tingkat partisipasi pemilih mencapai 81,7 persen. Data tersebut terpapar di website: pilkada2015.kpu.go.id.
Sementara itu, untuk perolehan suara, pasangan calon bupati-wakil bupati nomor urut 2 Sri Purnomo-Sri Muslimatun (Santun) unggul 13,3 persen atas pasangan nomor 1 Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistya (Yuda), dari total suara sah di 1.969 tempat pemungutan suara (TPS) se-Sleman. Santun meraih 293.828 suara (56,65 persen). Sedangkan Yuda membukukan 224.800 suara (43,35 persen).
Shidqi menyatakan, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan sudah selesai. Meski sudah diketahui hasilnya, KPU tetap akan melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten pada 16-18 Desember. Penetapan hasil diumumkan 22 Deember. “Tahapannya memang begitu. Kami harus cek ulang hasil rekapitulasi untuk memastikan tak ada kekeliruan,” ujarnya.
Terhadap hasil rekapitulasi sementara, Sri Purnomo mengaku menerima. Meskipun tak sesuai target tim Santun menang 70 persen. “Kami hormati kerja KPU dan jajarannya. Kami terima dengan segala kekurangannya,” ungkap Sri di kediamannya, Jaban, Tridadi, Sleman.
Sedangkan Yuni Satia Rahayu memilih menunggu hasil rekap manual di tingkat kabupaten, meskipun hasil perhitungan dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP juga menunjukkan gambaran serupa dengan data C1 di website KPU.(yog/din/ong)