BANTUL – Tak ada yang tabu dalam dunia politik. Kendati bersikap abstain dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Bantul, Partai Amanat Nasional (PAN) ikut mengapresiasi kemenangan pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih (Suharsono-Halim). Bentuk apresiasi ini dituangkan dalam acara syukuran di Oemah Kampoeng, kemarin (13/12).
Tampak hadir dalam acara bertajuk Syukuran Sukses Pilkada dan Menyambut Perubahan di Bantul ini, Wakil Ketua Umum DPP PAN Hanafi Rais, Ketua DPW PAN DIJ Nazaruddin, Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto, jajaran pengurus DPW dan DPD PAN Bantul, sejumlah relawan Perubahan, dan calon bupati terpilih Suharsono. Juga, calon wakil bupati terpilih Gunungkidul Immawan Wahyudi, dan calon wakil bupati terpilih Sleman Sri Muslimatun.
Nazaruddin mengklaim, sejak awal PAN telah mendukung pencalonan Suharsono-Halim. Itu terbukti dengan aktifnya sejumlah elemen partai berlambang matahari terbit ikut mengkampanyekan pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKB serta PKS ini. Mereka tergabung dalam Gerbong Biru.
Dikatakannya, sikap abstain PAN dalam pilkada di Bantul hanya sebagai salah satu strategi politik. “Soal dukung-mendukung, kita punya cara dan strategi masing-masing,” terangnya.
Nazaruddin menegaskan, PAN tidak menerapkan strategi politik berdiri di atas dua kaki. Gerbong biru hanya mendukung Suharsono-Halim. Tidak ada gerbong biru yang masuk ke lingkaran pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir. Pernyataan ini sekaligus membantah bila PAN disebut-sebut dalam hajatan pesta demokrasi lima tahunan mengambil keuntungan dengan memasukkan kader-kadernya di dua pasangan calon yang bertarung sebagai anggota tim pemenangan.
“Kami siap mensupport Pak Harsono,” tandasnya.
Hanafi Rais menyatakan, PAN patut berbesar hati, karena berhasil memenangkan pilkada Gunungkidul dan Sleman. Selain itu, misi perubahan yang selama ini didengungkan, berhasil dengan tumbangnya pasangan Ida-Munir. Atas dasar itulah, PAN menggelar acara syukuran, meskipun bersikap abstain dalam pilkada.
“Mensyukuri semangat perubahan. Karena perubahan satu-satunya cara untuk memajukan Bantul,” ucapnya.
Putra pendiri PAN Amien Rais ini membantah acara syukuran sebagai bentuk balas dendam atas kekalahannya dalam pemilihan wali kota Jogja beberapa tahun lalu. Baginya, tidak ada dalam kamus politiknya istilah aksi balas dendam. “Tidak ada kaitannya dengan masa lalu. Kami semua telah move on,” tandasnya.
Sementara itu Calon Bupati Bantul terpilih Suharsono mengaku, akan merangkul berbagai pihak, termasuk di antaranya PAN. Itu dilakukan demi mewujudkan perubahan di Bumi Projo Tamansari. “Siapa yang ingin perubahan dan membantu, kami terima dengan baik,” ujarnya.
Tak lupa, pensiunan Polri ini juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada PAN yang ikut membantu kemenangannya melalui Gerbong Biru. Berkat Gerbong Biru dan para relawan lainnya, dinasti politik yang selama 15 tahun terakhir berkuasa tumbang.(zam/jko/ong)
SAMBUNGAN:
Bantah Ajang Balas Dendam