JOGJA – Segenap keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) dan komunitas-komunitas masyarakat mengikuti acara Nitilaku dan Parade Nusantara dalam rangka Dies Natalis ke-66 UGM, Minggu (13/12). Kegiatan Nitilaku mengambil start Pagelaran Keraton Jogjakarta dan finish di Baliurang UGM.
Tidak tangung-tanggung, jumlah peserta mencapi 4.039 orang. Mereka dilepas oleh Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X didampingi Ketua PP KAGAMA Ganjar Pranowo, Menteri Luar Negeri, Retno Lestari, dan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.
Ketua Seksi Nitilaku Dies UGM Toyo Santoso Dipo mengatakan, tujuan nitilaku ini untuk mengenang dan merefleksi kembali sejarah berdirinya UGM dan peran Keraton Ngayogyakarta, dalam melahirkan universitas tertua ini. “Nitilaku ini, sebagai sarana silaturahmi seluruh alumni UGM dengan akademika beserta keluarganya,” katanya.
Sementara itu, pada kesempatan melepas peserta, HB X mengungkapkan harapanya agar UGM semakin merakyat, dan semakin dicintai masyarakat luas, dan bisa membawa manfaat yang besar untuk kesejahteraan dan kemajuan warga masyarakat.
“Semoga perjalanan ini membawa manfaat besar dalam pertumbuhan UGM dan sebagai kampus yang excellent penuh dengan riset, pengembangan untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar HB X.
Tema nitilaku dalam rangka dies natalis UGM ke 66 dan dies natalis Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) ke 57 ini adalah “Trus Makarya Ngarumke Negara” (Terus Bekerja Mengharumkan Negara).
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi yang ikut hadir sebagai peseta nitilaku mengungkapkan, di setiap pelaksanaan nitilaku, selalu diingatkan terkait sejarah berdirinya UGM, menjadi pandai dan pada akhirnya bisa berbakti pada negara. “Kedepannya saya kira mahasiswa baru, yang masih sekolah, akan terus menjadi tunas-tunas bangsa yang pada akhirnya akan berbakti pada negeri,” ujarnya.(aga/jko/ong)