GUNAWAN/Radar Jogja
BERSAMA CUCU: Badingah bercengkerama dengan cucu di rumahnya kemarin (13/12).

Dari Momong Cucu hingga Sambangi Apotek Miliknya

Badingah hampir pasti akan memimpin lagi Kabupaten Gunungkidul. Ini menyusul kemenangannya dalam Pilkada pada 9 Desember lalu. Dalam hitungan cepat, Badingah yang berpasangan dengan Immawan Wahyudi mengungguli dari empat kontestan lainnya. Apa saja aktivitas Badingah sambil menunggu pengumuman resmi dari KPU?
GUNAWAN, Gunungkidul
 
CUACA di Wonosari Gunungkidul kemarin terasa panas sejak pagi, karena tertutup awan tebal. Pun demikian di Desa Purbosari, Wonosari, tempat Badingah berdomisili. Meski demikian, aktivitas di rumah tersebut tampak riuh. Ibu-ibu dengan mengenakan kostum olahraga berwarna biru tampak duduk lesehan di tikar.
Di antara mereka, ada sosok Badingah. Sementara itu di antara kerumunan para ibu tersebut, terdapat penghangat nasi, cobek berisi sambal, dan nampan yang penuh dengan ikan goreng. Sementara itu di luaran rumah ada beberapa bocah yang sedang bermain.
Usut punya usut, tampaknya kemarin Badingah sedang menerima tamu dari komunitas senam perempuan. Mereka bicara ngalor ngidul, lalu tertawa bersama, meskipun sebenarnya kebanyakan tamu yang datang tidak saling mengenal secara akrab.
“Sejak periode jabatan saya (menjadi Bupati Gunungkidul) periode 2010-2015 berakhir, aktivitas saya kembali seperti biasa. Di antaranya mengurus usaha elektronik dan apotek, tentunya juga bermain dengan cucu,” katanya kepada Radar Jogja di kediamannya, kemarin (13/12).
Menurut Badingah, dalam usaha bisnis elektronik dan apotek, sudah lama digelutinya, yakni sejak sebelum menjadi bupati. “Karyawan saya mencapai lima puluhan orang. Dan Alhamdulillah, sampai saat ini baik-baik saja. Masih lancar usahanya,” lanjut Badingah.
Badingah mengaku, dia memang kangen ngurusin usahanya itu. Karena itu, ketika masa jabatannya sebagai Bupati Gunungkidul berakhir kemarin, di sela kesibukan kampanye, dia selalu menyempatkan menyambangi tempat usahanya. “Untuk tombo kangen, sebisa mungkin kemarin saya sambangi,” tandasnya.
Namun kesibukannya menjadi bertambah di saat dirinya dinyatakan menang dalam penghitungan cepat. Ia sebuk menerima telepon, membaca dan membalas SMS, serta menerima tamu. “Iya sempat kerepotan juga. Apalagi HP saya sempat trobel,” katanya.
Aktivitas rutin seperti itu bakal dilalui Badingah sampai ikrar sumpah janji jabatan diucapkan dalam acara pelantikan dirinya menjadi bupati nanti. Namun begitu, embel-embel telah menjadi jawara dalam versi hitung cepat pilkada memaksa Badingah untuk bersiap diri.
Memberikan kemampuan terbaik dalam mengurus sekitar 700 ribu jumlah penduduk Bumi Handayani, tidak mungkin dikerjakan dengan santai. Usaha keras dan maksimal bersama dengan Immawan Wahyudi mewujudkan Gunungkidul sejahtara adil makmur harus terlaksana .
“Program kerja kamidalam pemerintahan sudah tertuang dalam rencana jangka pajang. Ada semua di situ dan kami siap mengerjakan,” ucap petahana yang mendulang suara lebih dari 40 persen versi quick count ini.
Ketika wawancara masih berlangsung, sejumlah orang berlari ke arah Badingah. Mereka langsung bergerombol duduk menghimpit Badingah. Sesekali tertawa, berteriak dan berlari-lari semaunya sendiri. “Ini cucu saya. Ya begini, susah sekali diatur. Namanya juga anak-anak,” ucapnya.
Kebetulan, dalam perhelatan pilkada lalu, keluarga besar pulang kampung. Bisa dibayangkan, betapa ramainya suasana. Nenek Badingah tentu membiarkan saja anak cucu melepas kangen. Canda tawa seperti keluarga pada umumnya tergambar dengan jelas.
“Oiya mas, ini nanti jam 10 ada warga Kecamatan Gedangsari datang ke sini. Mereka nazar jika saya menang (pilkada) mereka jalan kaki kurang lebih 40 kilometer,” ucapnya sambil menengok arah jarum jam.
Ternyata jarum jam sudah menunjuk pukul 09.00 WIB. Badingah pamit bersiap diri menyambut kedatangan militan BAIM (Badingah-Immawan). Menurut keterangan tim sukses (timses) kemenangan BAIM, rombongan nazar sudah sampai di Stadion Gelora Handayani. “Sampai ke sini mungkin setengah jam lagi,” kata salah satu timses, Tulus Widodo.
Sejumlah persiapan penyambutan dilakukan. Badingah sendiri mengenakan jilbab kuning, salah satu icon dalam kampanyenya yang membumi. Dia keluar dan buru-buru berdiri di teras rumah.
Akhirnya, yang ditunggu datang. Mereka warga Padukuhan Mertelu Wetan, Mertelu, Gedangsari. Masing-masing, Margono, Sudarno dan Margiyanto. Mereka menempuh perjalanan sejauh 45 kilometer hanya untuk memberi ucapan selamat kepada Badingah – Immawan karena telah unggul dalam perolehan suara hitung cepat.
“Nazar kami sudah terlaksana. Kami berterimaksih karena mendapat sambutan hangat dari ibu Badingah,” ucap salah satu dari mereka. (jko)
 
SAMBUNGAN:
Banyak SMS dan Telepon Masuk, Hingga HP Ngadat