KULONPROGO – Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Sabtu (12/12) petang. Tidak ada korban jiwa dalam persitiwa ini, namun longsor sempat mengancam sejumlah rumah dan mengakibatkan dua kandang ternak milik warga rusak.
Longsor terjadi di Pedukuhan Gendu, Jatimulyo, dan di Pedukuhan Bulu, Giripurwo. Di Pedukuhan Gendu, longsor terjadi setelah tebing setinggi 10 meter dan panjang 20 meter longsor tepat di samping rumah Sukijo, 61.
“Material longsoran menimpa kandang kambing dan dinding pojok rumah saya. Saat kejadian hujan turun lebat,” terang Sukijo kemarin (13/12).
Sukijo menjelaskan, usai kejadian warga sekitar langsung membantu mengevakuasi 13 ekor kambing dan dipindahkan ke lokasi yang aman. Dibantu petugas Polsek Girimulyo, warga kemudian bekerjabakti membersihkan material longsoran.
“Di bagian atas tebing ada dua rumah yang terancam longsor susulan. Di Gendu ini ada tiga lokasi longsor, selain di dekat rumah saya, longsor juga di terjadi di dekat rumah Pak Agus, dan bangketan di bawah jalan kabupaten,” jelasnya.
Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) III Polsek Girimulyo Aiptu Bambang Subagyo mengungkapkan, bersama lima personel ia turun membantu mengevakuasi metarial tanah longsoran di rumah Sukijo.
“Kami mengimbau warga untuk waspada saat musim penghujan seperti saat ini. Bagi yang rumahnya dekat tebing, tidurlah di tempat yang aman. Jangan yang ada di dekat tebing,” ungkapnya.
Sementara itu, longsor di Pedukuhan Bulu, Desa Giripurwo dipicu longsornya tebing setinggi 25 meter dan lebar 10 meter. Material longsor juga menimpa kandang ternak milik Slamet Surono yang berisi delapan ekor kambing, beruntung semua kambing selamat.
Ada tiga rumah warga terancam di Giripurwo jika terjadi longsor susulan. Dua di bawah tebing dan satu di atas. Pemilik rumah di atas tebing bernam Pairan, mengaku khawatir karena jarak longsoran dengan dapurnya tinggal tersisa dua meter saja. (tom/laz/ong)