MAGELANG – Persoalan tali asih bagi atlet berprestasi dalam Dulongmas 2015 lalu belum berhenti. Hingga kini para atlet belum menerima bonus prestasi menyusul telah diraihnya medali dalam Pekan Olah Raga Se-eks Karesidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas tersebut. Hal itu menjadi keluhan beberapa pelatih dan pengurus cabang olah raga yang mendatangi Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang, kemarin.
“Kami ingin bonus segera dicairkan. Karena itu sudah dijanjikan pengurus KONI di bawah pimpinan Pak Slamet Santoso. Apalagi jeda waktu antara pertandingan dengan bonus sudah lama banget. Dulongmas itu bulan Agustus lho,” kata Julianto, pelatih gulat Kota Magelang.
Guru di SMAN 3 Kota Magelang ini menerangkan, cabang olah raga (cabor) gulat memperoleh 25 medali dalam Dulongmas, dengan perincian 9 emas, 8 perak dan 8 perunggu. Dia mengakui ada beberapa atlet dari luar daerah yang memperkuat Kota Magelang dalam even olah raga ini. Kendalanya, secara legalitas pertandingan atlet luar daerah itu diperbolehkan sepanjang ada surat kepindahan atlet yang dikeluarkan induk organisasi.
“Sayangnya, untuk pencairan bonus, KONI Kota Magelang mensyaratkan atlet harus ber-KTP Kota Magelang. Ini yang menjadi masalah. Karena secara hakekat, beberapa atlet kami enggan pindah KTP Kota Magelang karena alasan pekerjaan dan lainnya. Di cabor gulat, sesuai kesepakatan bersama induk olah raga, meski atlet tidak ber-KTP Kota Magelang sepanjang ada surat kepindahan dia sudah sah menjadi atlet Kota Magelang. Tidak perlu KTP Kota Magelang,” paparnya.
Pelatih Tenis Meja Kota Magelang, Yohanes Anton Setiadi mengaku untuk Dulongmas kemarin pihaknya merekrut atlet luar daerah dan hasillnya mampu meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Pertimbangannya, PTMSI Kota Magelang kesulitan bibit atlet putri. Kemudian dipilihlah salah satu atlet dari Magelang yang saat ini berdomisili di Pati dan Jogja.
“Kami ingin bonus segera cair. Dulu saat Porprov, bonus cair hanya satu minggu setelah pertandingan. Kenapa kok yang sekarang lama banget. Harus diakui memang kami ada atlet dari luar daerah, tetapi ke depan dia ingin masuk sekolah SMA di Kota Magelang,” paparnya. (dem/laz)