JOGJA – Ekonomi nasional yang melemah sejak awal 2015 sampai saat ini, berdampak pada kredit usaha rakyat (KUR). Salah satu fasilitas pinjaman dari pemerintah itu, belum terserap sesuai harapan.
“Sampai November, serapan KUR memang belum sesuai target,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIJ Arief Budi Santosa, kemarin (13/12).
Arief menegaskan, pelemahan ekonomi menjadi salah satu faktor penyebab. Meski, sebenarnya Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) lebih kuat saat menghadapi goncangan ekonomi.
“Makanya, kami minta bank penyalur untuk menggenjot pemasarannya. Target harus bisa dikejar,” tandasnya.
Arief menuturkan, serapan KUR merupakan indikator dari pertumbuhan ekonomi mikro. Selain itu, juga bisa menjadi acuan untuk penentuan ekonomi tahun depan. “Jika serapan tinggi, berarti ekonomi tumbuh. Itu yang ditekankan,” lanjutnya.
Bankir ini menambahkan, tak maksimalnya penyaluran KURdisebabkan perbankan masih menggunakan data debitor lama. Padahal, 2015 ini pemerintah tak tanggung-tanggung mengalokasikan dana KUR.
Nilainya mencapai Rp 30 triliun. Itu disalurkan khusus untuk tahun 2015 yang mengalami goncangan ekonomi. “Kami dorong agar perbankan penyalur bisa menggenjot KUR sampai akhir tahun,” tambahnya.
Wakil Pemimpin Kantor Wilayah Jogja Djoko Karyono mengakui, pertumbuhan ekonomi yang melemah secara tak langsung ikut berdampak ke KUR. Debitor enggan untuk menambah nilai pinjaman, karena produksi mereka juga tidak bertambah.
“Kami terus mendorong serapan KUR ini bertambah. Bahkan, dengan unit yang tersebar di semua kecamatan di DIJ,” ujar Djoko di sela perayaan HUT BRI ke-120 di kantor BRI Jalan Kaliurang.
Ia menerangkan, sebagai salah satu bank penyalur KUR terbesar, pemasaran penyaluran KUR sebenarnya terus mereka genjot. Hanya saja, saat ini ekonomi melemah. “Kalau angka dibandingkan tahun lalu belum kami rekap. Tapi, semester pertama lalu cukup meningkat,” terang Djoko.
Konsentrasi bank berpelat merah tersebut, tahun ini terbagi. BRI sedang banyak menggandeng sekolah untuk menabung dengan simpanan pelajar (simpel). “Ini salah satu dari tugas besar kami ikut mendorong program Indonesia pintar,” tandansya. (eri/jko/ong)