HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DIBINA: Para siswa SMK Maarif Wates yang nyaris bentrok dengan siswa SMKN 2 Pengasih diamankan ke Mapolsek Pengasih, kemarin. Setelah guru dari kedua sekolah dipanggil, para siswa diperbolehkan pulang.
KULONPROGO – Sejumlah siswa SMK Maarif Wates dan SMKN 2 Pengasih nyaris tawuran di wilayah Margosari, kemarin (11/12). Sebetulnya sempat ter-jadi komunikasi antara kedua belah pihak, namun pertemuan justru berujung kegaduhan. Informasi di lapangan, krono-logis kejadian bermula ketika rombongan pelajar SMK Maarif Wates datang ke SMKN 2 Pengasih untuk mengklarifikasi satu masalah.
Namun ketika datang, mereka justru mendapat lem-paran batu yang diduga dari siswa SMKN 2 Pengasih, hingga akhirnya siswa SMK Maarif mem-balas dengan menggeber-ge-berkan knalpot sepeda motornya.”Kami datang ingin klarifikasi karena beberapa hari lalu anak-anak SMKN 2 Pengasih menggeber-geberkan sepeda motor di sekitar sekolah kami. Tapi, kami malah dilempari batu,” ucap Bayu Adi, salah seorang pelajar SMK Maarif Wates yang ikut dalam rombongan.
Suasana kegaduhan itu sontak membuat warga sekitar terganggu. Warga akhirnya turun tangan me-nangkap beberapa dari mereka. Selang beberapa saat, polisi datang mengamankan sejumlah pelajar. Sedikitnya 22 pelajar SMK Maarif Wates kemudian dige-landang ke Mapolsek Pengasih. Sementara tidak satu pun pela-jar SMKN 2 Pengasih yang dia-mankan, karena saat itu mereka tidak keluar dari pagar sekolah.Kapolsek Pengasih Kompol Mulyono menegaskan, para siswa yang terjaring diberi pem-binaan.
Selain itu, sepeda motor mereka yang tidak dilengkapi surat-suratnya ditilang. Guru SMKN 2 Pengasih Moh Wahid mengungkapkan, sebenar-nya pihak sekolahnya hanya men-jadi objek. Ia juga merasa yakin siswanya tetap di dalam kompleks sekolah dan tidak keluar saat ke-jadian. Sementara guru BK SMK Maarif Wates Winarko Widian-toro mengatakan, pembinaan akan dilakukan terhadap siswa yang terlibat. Untuk masalah ini, pihaknya akan melapor kepada kepala se-kolah. (tom/laz/ong)