SURABAYA – Mungkin kita harus angkat topi pada bocah 7 tahun, warga Wonokusumo VI Surabaya berinisial IA ini. Berbekal keberanian, dia mendatangi Polsek Semampir sendirian untuk melaporkan kekejian sang ayah. Ya, dengan tubuh penuh luka lebam, dia mengaku menjadi korban penyiksaan ayahnya, Agus Arifin.
Mengenakan kaos putih dan celana pendek warna coklat, bocah SD kelas 1 ini terlihat kebingungan di teras polsek. Melihat ada anak kebingungan, anggota Polsek Semampir mendekatinya dan dengan ramah menanyakan keperluan anak tersebut di kantor polisi.
“Pak, apa benar ini kantor polisi?” tanya IA tanpa perasaan takut kepada salah satu anggota sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Semampir.
Mendengar hal itu, anggota yang menemuinya lantas membawa IA ke dalam kantor dan menanyakan lebih lanjut maksud kedatangannya.
Setelah itu, IA menceritakan bahwa kedatangannya ke kantor polisi untuk melaporkan tindakan ayahnya yang kerap menyiksanya tanpa alasan yang jelas.
“Saya dijewer, mulut saya dipukul pakai tangan dan tubuh saya juga dipukul dengan pentungan sampai memar,” ungkapnya sambil menunjukkan luka lebam di kedua pahanya.
Tidak hanya itu, bocah laki-laki tersebut juga bercerita bahwa dia juga pernah dibuang ke sungai tanpa alasan yang jelas oleh ayahnya.
Bahkan saat ini, dia juga tidak diperbolehkan sekolah oleh ayahnya lantaran takut jika pergi ke sekolah maka lukanya akan diketahui oleh guru kelas. “Ayah tidak mengizinkan saya sekolah karena takut luka saya nanti ketahuan guru,” ceritanya.
Kanitreskrim Polsek Semampir AKP Junaidi menjelaskan bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari IA lebih jauh. Selain itu, polisi juga akan menghubungi orang tua IA terutama ayahnya untuk dimintai keterangan.
“Kami belum bisa memastikan. Kami akan menghubungi orang tuanya. Jika memang nanti terbukti melanggar hukum, tentu kami akan proses lebih lanjut,” tegasnya. (yua/jay/mas/jpnn)