MAGELANG- Target partisipasi pemilih 80 persen dalam Pilwakot Magelang 2015 gagal terpenuhi. Data dari KPU Kota Magelang menyebutkan, tingkat partisipasi hanya 75,33 persen atau 63.293 suara sah dari DPT 90.009 orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan saat Pileg dan Pilpres 2014 yang mencapai 79,90 persen. “Kami segera lakukan evaluasi, terutama metode sosialisai apa, yang bisa meningkatkan partisipan,” kata Komisioner KPU Kota Magelang Divisi Sosialisasi, Singgih Hardjanto kemarin.
Singgih mengklaim jumlah ini masih di atas saat Pilkada lima tahun lalu yang hanya 70 persen. Padahal saat itu ada empat pasangan.
“Jumlah itu juga masih di atas partisipasi tingkat provinsi dan nasional yang di bawah 70 persen,” ujarnya.
Dia mengidentifikasi ada tiga penyebab rendahnya tingkat partisipasi ini. Pertama, banyak warga Kota Magelang di luar kota dan tidak bisa pulang. Kedua, ada masyarakat melek politik yang kurang puas dengan calon dan akhirnya tidak memilih. Ketiga, TPS gemuk dengan jumlah pemilih hingga 800-an. “Mereka tidak sabar dan memilih pulang. Kasus ini di antaranya ada di TPS Tuguran (TPS 11 Kelurahan Potrobangsan),” jelasnya.
Sedangkan jumlah surat suara rusak 4.534 atau 7,1 persen dari suara sah. Penyebabnya dicoblos semua atau coblosan lebih dari satu. Menruutnya, ini menujukkan kebingungan pemilih dalam menentukan pilihan. “Atau dari awal tidak punya pilihan. Tapi kemudian ewuh pekewuh. Sehingga dicoblos semua,” jelasnya.
Dari DPT 90.009 suara dengan pemilih pria 42.958 hanya 31.445 yang menggunakan hak pilihnya atau 73,20 persen. Untuk wanita, dari jumlah pemilih 42.958, ada 31.445 yang memilih atau 77,22persen.
Berdasarkan data KPU Kota Magelang, pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Sigit Widyonindito-Windarti Agustina (Si Winner) meraih 30.755 suara atau 48,61 persen. Paslon nomor 2, Moch Haryanto-Agus Susatyo (Harus) mendapat 11.795 suara atau 18,64 persen. Sedankan Paslon dari jalur independen dengan nomor urut 3, Joko Prasetyo-Priyo Waspodo (Segoro Joyo) meraih 20.716 suara atau 32,74 persen. “Data tersebut bersifat sementara, karena data resmi baru akan ditetapkan pada 17 Desember mendatang,” tambah Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto.
Data tersebut tidak jauh berbeda dengan real count yang dilakukan Relawan Si Winner. Dari catatan mereka, Si Winner meraih 30.728 suara atau 48,69 persen. Kemudian Harus meraih 11.799 suara atau 18,70 persen dan Segoro Joyo 20.577 suara atau 32,61 persen.
Berdasarkan real count Relawan Harus, Si Winner meraih angka lebih tinggi yakni sekitar 31.288 atau sekitar 49, 91 persen. Sedangkan Harus sendiri hanya 11.984 atau 19,12 persen. Sedangkan Segoro Joyo 20.622 atau 32,90 persen. (dem/din/ong)