SLEMAN – Di luar dugaan, pasangan calon bupati-wakil bupati nomor urut 2 Sri Purnomo-Sri Muslimatun (Santun) bisa menyapu bersih kemenangan di 17 kecamatan dalam perolehan suara pilkada 2015. Mengungguli pasangan nomor urut 1 Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistya (Yuda).
Hal itu setidaknya berdasarkan perhitungan cepat masing-masing tim pemenangan calon hingga tadi malam. Real count BSPN DPC PDIP Sleman menunjukkan, sampai tadi malam, data masuk sebanyak 1.332 tempat pemungutan suara (TPS) atau 67,65 persen dari total 1.969 TPS. Yuda memperoleh 161.798 suara atau 44,2 persen. Sedangkan Santun 204.278 suara atau 55,8 persen.
Data Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) menyebut pasangan Yuda hanya menang di Kecamatan Depok dengn perolehan 17.306 suara. Unggul 922 suara atas rivalnya. Hasil itu beda dengan perhitungan versi tim Santun.
“Di Depok kami menang tipis. Yuda dapat 23 ribu persen, Santun 24 ribu suara,” ungkap Ketua Tim Pemenangan Santun Sadar Narima, kemarin (10/12).
Sadar mengakui hasil perhitungan suara diluar perkiraannya. Menurutnya, dari survei awal internal, Yuda unggul di empat wilayah. Yakni, Pakem, Godean, Depok, dan Gamping. Namun, lambat laun hanya Pakem yang diperkirakan Santun akan kalah. Tim Santun pun sempat pesimistis bisa menang di wilayah basis PDIP itu.
“Mendekati pencoblosan semua berubah peta. Kami meyakini menang di semua wilayah,” ujarnya.
Terpisah, meski hasil perhitungan sementara BSPN sudah terpapar jelas, Yuni menyatakan proses pilkada masih panjang. Perhitungan suara harus dikawal hingga final. Yuni mengimbau semua pihak bersabar hingga ada pengumuman resmi dari penyelenggara pilkada. “Kami menunggu rekap manual di KPU,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi berharap, apapun hasil pilkada harus diterima dengan lapang dada oleh semua pihak. Terpenting masyarakat tetap menjaga situasi kondusif, aman, dan nyaman. “Semua harus dirangkul untuk kepentingan Sleman,” imbaunya.
Pada pemenang pilkada, Gatot mengingatkan agar memenuhi janji-janji saat kampanye. Agar, dalam kepemimpinan ke depan tak menuai protes dari masyarakat lantaran ingkar janji. (yog/ila/ong)