ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
GAET SIMPATI WARGA: Suharsono dan Abdul Halim Muslih saat pengundian nomor urut pasangan calon di KPU Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu.

Tolong Awasi, Jangan Ragu Tegur jika Salah

Kemenangan Suharsono-Abdul Halim Muslih dalam perhitungan sementara seolah memberikan angin segar bagi Bantul lima tahun ke depan. Bukan langkah yang mudah bagi pasangan ini untuk unggul dari calon petahana Sri Surya Widati- Misbakul Munir. Lantas bagaimana sosok Suharsono mampu menggaet simpati warga Bantul?
ZAKKI MUBAROK, Bantul
BERDASARKAN perhitungan sementara, pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih mampu mengungguli pasangan petahana Sri Surya Widati-Misbakul Munir. Tak tanggung-tanggung, mereka bisa unggul di tiga belas kecamatan.
Tentunya untuk menggaet simpati warga Bantul bukanlah perkara mudah. Terlebih, selama lima belas tahun ini warga di Bumi Projo Tamansari berada dibawah kepemimpinan trah Samawi. Periode sebelumnya dinakhodai oleh Idham Samawi, kemudian berlanjut ke istrinya, Sri Surya Widati.
Maka tak salah jika pertanyaan ini muncul, apa rahasianya dalam memenangkan pilkada ini? Suharsono sendiri mengaku tak ada cara khusus untuk mengambil hati warga Bantul. Suharsono mengungkapkan, tim pemenangannya baru intens bergerak setelah pertengahan bulan November.
“Hanya strategi perang yang saya pakai. Sebelum perang saya pelajari dulu karakter lawan seperti apa,” ungkapnya ditemui di Posko Pemenangan di Jalan Parangtritis KM 6,5.
Suharsono menuturkan, keberhasilannya merupakan kerja sama semua pihak. Dia diusung oleh Partai Gerindra dan PKB serta didukung PKS. Keterlibatan relawan juga memberikan pengaruh yang besar dalam kampanye lalu. “Ini merupakan kemenangan rakyat sehingga tidak perlu ada gesekan antarpendukung,” tuturnya.
Dia menyampaikan rasa terima kasih pada warga yang telah memilihnya. Dia berjanji akan menjalankan amanat rakyat untuk membawa wilayah Bantul menuju arah yang lebih baik. “Tolong awasi dan tegur bila saya bersalah,” pinta pria yang memiliki hobi membaca ini.
Dengan kemenangan ini, Suharsono mengajak seluruh warga Bantul untuk bersatu kembali. Meskipun mereka berbeda pilihan.”Harus bisa bersatu,” ungkap pria yang tinggal di Bangunjarho, Sewon, Bantul ini.
Suharsono sendiri memiliki pengalaman bekerja di kepolisian. Tahun 2001 hingga 2005, pria kelahiran Bantul, 26 Maret 1957 ini menjabat sebagai Kabag PSI Metro Jaya. Kemudian tahun 2005 hingga 2007, dia menjadi Kasubag Renbinnis SDM. Terakhir, tahun 2007 hingga 2015 ini dia pernah menjabat sebagai Kabag PSI Ropers Polda Banten.
Sementara itu, Tim Pemenangan Suharsono-Halim Setiya mengungkapkan, suka cita memang sudah dirasakan oleh relawan. “Ada yang menggunduli rambutnya,” ujarnya.
Ungkapan berlebih itu bukannya tanpa alasan. Sebab kemenangan, dari hasil quick count, Suharsono cukup mengejutkan mengingat saingan yang dihadapi merupakan lawan kuat. Menurutnya, relawan tetap akan bekerja maksimal untu mengawal perhitungan suara saat rekapitulasi di KPU Kabupaten. (ila/Ong)