HENDRI UTOMO/Radar Jogja
MULAI MAHAL: Pedagang cabai dan bawang merah saat menunggu pembeli di Pasar Sentolo Baru, Jalan Wates Km 19 Salamrejo, Kulonprogo, kemarin.
KULONPROGO – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kulonprogo mulai merangkak naik. Tren kenaikan harga itu dipicu menipisnya pasokan dari produsen dan sentimen pasar menjelang kedatangan Natal dan tahun baru 2016. Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi untuk komoditas cabai dan bawang merah.
Pantauan Radar Jogja di Pasar Sentolo Baru di Jalan Wates Km 19 Salamrejo, kenaikan harga cabai dan bawang merah mencapai kisaran Rp 1.000 hingga Rp 5.000 per kilogramnya. Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan, bawang putih, telur dan sayur-mayur.
“Kenaikan harga sudah berlangsung sejak 10 hari terakhir. Untuk komoditas musiman, seperti cabai dan bawang stoknya menipis karena musim panen sudah lewat, dan petani juga sulit untuk menanam di musim penghujan,” kata Jumilah, 61, salah satu pedagang di Pasar Sentolo Baru, kemarin (10/12).
Jumilah, mengungkapkan, harga cabai merah keriting naik dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 24 ribu per kilogram. Cabai rawit juga naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Bahkan cabai sortiran kualitas rendah ikut naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
Untuk sayur mayur juga naik, seperti tomat naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 6000 per kilogram. Kacang panjang dan sawi naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 6.000 per kilogramnya. “Kubis saja yang biasanya Rp 3.000 per kilogram, sekarang Rp 10 ribu per kilogramnya,” tandasnya.
Pedagang lainnya, Sukantiah, 40, mengungkapkan hal senada. Selama ini ia mendapat pasokan sayur mayur dari Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Menurutnya, setiap pedagang tidak sama dalam menentukan harga kepada pembeli. Namun rata-rata tidak jauh selisih harganya.
“Saya jual tomat Rp 5000 per kilogram, sebelumnya hanya Rp 2.500 per kilogram. Bawang merah saya jual Rp 25 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp 16 ribu per kilogram. Bawang putih juga naik dari Rp 19 ribu menjadi Rp 21 ribu per kilogram,” ujarnya.
Sri Ayati, 57, warga Salamrejo berbeda lagi pemgakuannya. Ia mematok harga bawang putih Rp 21 ribu naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 20 ribu per kilogramnya. Sedangkan bawang merah dijualnya Rp 21.500 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp 16.500 per kilogram.
“Telur ayam juga naik dari Rp 16.500 menjadi Rp 21 ribu per kilogramnya. Gula pasir juga naik sedikit dari Rp 11 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram,” terangnya.
Menurut Sri, tren kenaikan harga memang selalu terjadi saat menjelang akhir tahun. Kendati demikian, faktor cuaca juga sangat mempengaruhi, khususnya untuk komoditas musiman, seperti bawang dan cabai. “Selain itu banyak orang yang punya acara hajatan, termasuk untuk persiapan merayakan Natal dan tahun baru,” paparnya.
Sementara harga komoditas pasar yang masih stabil di antaranya daging ayam yang masih bertahan di kisaran Rp 29 ribu per kilogram. “Daging sapi naik Rp 5000 dari Rp 110 ribu menjadi Rp 115 ribu per kilogramnya. Kemungkinan harga terus naik hingga mendekati Natal dan tahun baru,” ucap Waliyem, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Sentolo.
Pembeli Sulanti, 35, warga Ngentakrejo mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran, ia mengaku kesulitan untuk menghemat uang belanja. Ia berharap pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok di pasaran.
“Kami tidak bisa membatasi jumlah pembelian, karena kami butuh. Namun jika semua harga naik, sebagai pembeli tidak bisa apa-apa, mungkin untuk cabai bisa kurangi lah konsumsinya, tapi kalau sudah yang pokok-pokok repot juga,” keluhnya. (tom/jko/ong)