JOGJA – Kepala Kantor Kesatuan Bangsa ( Kesbang) Kota Jogja Sukamto merasa bingung dengan keputusan Kejaksaan Negeri Jogja yang me-netapkan dirinya se-bagai tersangka. Itu terkait perkara hibah KONI Kota Jogja Tahun Anggaran (TA) 2013 senilai Rp 1,2 mi-liar. Dari nilai itu, Sukamto disangka menyelewengkan dana sejumlah Rp 900 juta. Itulah yang di-sebut kejari sebagai potensi terjadinya kerugian negara
“Terus terang saya heran, hibah sudah disalurkan sesuai keten-tuan kenapa sekarang malah dipersalahkan,” ungkap Sukam-to, kemarin (9/12).Dikatakan, pada TA 2014 dia telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 7,4 mi-liar. Penyelamatan itu sebagai bagian dari langkahnya me nunda pencairan hibah untuk KONI Kota Jogja. Penundaan terpaksa dilakukan karena adanya ber-bagai masalah internal yang membelit organisasi olahraga tersebut. Setelah berhasil me-nyelamatkan uang negara itu, Sukamto merasa kaget dengan informasi ditetapkannya dirinya sebagai tersangka.”Saya sudah selamatkan uang negara Rp 7,4 miliar, kok justru dihadiahi tersangka,” katanya dengan nada heran.
Pria yang tinggal di bilangan Wirobrajan, Jogja itu menduga penetapannya sebagai tersang-ka tak lepas adanya feedback atau serangan balik dari koruptor. Karena itu, dia akan tetap tenang menghadapi proses hukum perkara tersebut.Sukamto menegaskan, selama menyalurkan hibah kepada ma-syarakat, dia tidak pernah me-manfaatkannya untuk kepen-tingan pribadi. Dia juga tak se-kalipun memotong atau mencatut nilai hibah yang diterima ma-syarakat. Bantuan telah diberikan sesuai yang diajukan masyarakat.
Sukamto menceritakan, sebe-lum merealisasikan hibah ter-sebut dia telah menerima se-jumlah proposal dari masyara-kat. Dia kemudian mengeluarkan disposisi yang ditujukan kepada kepala seksi olahraga yang ada di bawah koordinasinya.Dalam disposisi itu, dia minta kepala seksi olahraga berkoor-dinasi dengan pengurus KONI dalam hal ini bendahara KONI. Sukamto juga mewanti-wanti agar pencairan dana hibah itu disesuaikan dengan aturan dan kemampuan keuangan KONI. Karena itu, lanjut Sukamto, yang mestinya dimintai pertanggung-jawaban adalah kepala seksi olahraga Kantor Kesbang dan bendahara KONI. “Kalau saya yang dijadikan tersangka, apa tidak salah alamat?” tanya dengan nada heran.
Terpisah, Kepala Kejari Jogja Anwarudin Sulistyono SH MH menyatakan, perkara hibah KONI dengan tersangka kepala Kesbang Kota Jogja akan segera naik ke tahap penuntutan. Dia telah memerintahkan Kepala Seksi Pidana Khusus Aji Prasetyo SH MH mempercepat pemberkasan. Kajari mengatakan sejauh ini melihat Sukamto masih koope-ratif. Tersangka juga masih men-jalankan tugasnya dan selama ini tidak mempersulit penyidikan. “Penahanan itu atas pertimbangan objektif dan subjektif. Kami be-lum memerlukan dilakukan penahanan,” lanjutnya.
Sukamto telah diperiksa satu kali sebagai tersangka. Sedangkan sebagai saksi dilakukan bebera-pa kali. Di tempat sama, Kasi Pidsus Aji Prasetyo mengungkapkan, TA 2013 KONI Kota Jogja mendapat-kan hibah Rp 11 miliar. Dari total tersebut sejumlah Rp 1,4 miliar dikelola Kantor Kesbang dan te-lah direalisasikan sebanyak Rp 900 juta. Dana tersebut antara lain dipakai membiayai Pusat Pelatihan Pendidikan Atlet Dae-rah dan diklat PSSI Rp 100 juta. Sedangkan sisanya Rp 800 juta disalurkan untuk bantuan sarana dan prasarana olahraga kelompok masyarakat. Ada 138 kelompok masyarakat yang menerima ban-tuan dari kantor kesbang tersebut. “Kelompok masyarakat itu tidak semestinya atau tidak berhak menerima bantuan tersebut,” bebernya. (kus/ila/ong)