ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
CUKUR GUNDUL: Para relawan pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih mengungkapkan suka cita dengan potong gundul di posko pemenangan di Jalan Parangtritis, kemarin (9/12).
BANTUL – Kendati penghitungan rekapi-tulasi suara baru dimulai hari ini (10/12), euforia kemenangan sudah terasa di posko kemenangan pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih (Suharsono-Halim). Puluhan relawan memantau perolehan suara per kecamatan melalui layar proyektor di posko yang terletak di Jalan Parangtritis KM 6,5 bersorak-sorai
Pasalnya, hasil quick count (perhitungan cepat) yang dirilis salah satu lembaga survei yang jadi patokan tim pemenangan Suharsono-Halim menunjukkan pasangan Suharsono-Halim mendapatkan perolehan suara 54 persen. Sang lawan, pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir (Ida-Munir) hanya mendapatkan suara 46 persen.Hasil perhitungan cepat ini juga diperkuat dengan hasil rekapitu-lasi tim saksi yang bertugas di masing-masing tempat pemu-ngutan suara (TPS).
Begitu rilis ini keluar, satu per satu relawan langsung menyampaikan ucapan selamat kepada Suharsono. Para relawan juga mengungkapkan suka cita dengan potong gundul. Tak mau ketinggalan, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko juga ikut “memplontos” rambut-nya.
Suka cita para relawan ini bukan tanpa alasan. Mengingat, lawan yang dihadapi adalah Sri Surya Widati yang merupakan petahana sekaligus lawan kuat.”Alhamdulillah. Saya sampai-kan terima kasih kepada seluruh relawan serta para pendukung,” ucap Tim Sukses (timses) Su-harsono-Halim Arif Iskandar.
Bagi para relawan, capaian pa-sangan Suharsono-Halim bukan kemenangan biasa. Kemenangan ini sekaligus memutus dinasti po-litik Idham Samawi yang telah 15 tahun berkuasa di Kabupaten Ban-tul. Dengan kemenangan ini, para relawan berharap Bumi Projo Tam-ansari dapat menjadi lebih baik lagi. “Ini kemenangan pro peruba-han,” tandas salah satu anggota timses yang lain Wiryono.
Tim Pemenangan Suharsono-Halim Setiya mengatakan, hasil quick count yang dirilis salah satu lembaga survei benar adanya. Sebab, hasil perhitungan cepat ini juga telah dikonfirmasi dengan rekapitulasi tim saksi. “Rekapi-tulasi memang belum 100 persen selesai. Namun progres Suhar-sono-Halim di semua kecamatan unggul,” ungkapnya.
Tim saksi, kata Setiya, yang di-komando PKS akan mengawal perolehan suara hingga rekapitu-lasi di KPU Kabupaten. Dia me-mastikan tim saksi akan bekerja dengan maksimal karena meng-acu data otentik dari 1.768 TPS yang tersebar di seluruh Bantul.Sementara itu, calon bupati petahana Sri Surya Widati me-ngatakan, telah melihat hasil quick count maupun rekapitu-lasi suara yang dihimpun tim pemenangannya. Ida, sapaan akrab Sri Surya Widati, tetap akan menunggu hasil pengumuman KPU Kabupaten Bantul.”Apapun hasilnya kita syu-kuri,” ucap Ida saat ditemui di Rumah Pergerakan Sri Surya Widati sore kemarin (9/12).
Ida memang tak menyebut eksplisit perolehan suaranya. Tetapi, dia menyadari peluang-nya terpilih kembali sebagai bupati Bantul untuk kali kedua cukup berat. Bahkan, istri Idham Samawi ini juga menyampaikan permintaan maaf kepada para seluruh pendukungnya. “Saya mohon maaf ya. Kasihan mereka. Sudah kerja keras mem-bantu tapi apapun hasilnya, me-reka punya jiwa besar,” ujarnya.
Ida juga tak lupa mengimbau pada seluruh anggota tim pe-menangan beserta para pendu-kungnya untuk menahan diri dan menghormati hasil pilkada. Ida pmeyakini seluruh tim pe-menangan dan pendukungnya punya jiwa besar dengan hasil pilkada 2015. “Jangan sampai Bantul ternoda,” pintanya.Terpisah, Ketua KPU Kabupa-ten Bantul Johan Komara me-ngatakan, proses rekapitulasi suara baru akan dimulai hari ini, Kamis (10/12). Pertama, rekapi-tulasi suara seluruh TPS di setiap desa. Kedua, di tingkat kecama-tan bila rekapitulasi di tingkat desa selesai. “Di tingkat desa dan kecamatan mulai tanggal 10 hingga 15 Desember,” ucapnya.
Berikutnya, proses rekapitulasi suara di KPU Kabupaten. Me-nurutnya, penghitungan suara di KPU dilakukan mulai tanggal 16 hingga 18 Desember. Bila proses rekapitulasi berjalan lebih cepat, KPU akan mulai mengumumkan hasil rekapitulasi suara pada 17 hingga 23 Desember.”Kemungkinan penetapan bisa dilakukan 21 hingga 23 Desember,” paparnya.Hanya saja, kata Johan, peneta-pan baru bisa diumumkan pada 12 Februari hingga 13 Maret bila ada yang mengajukan sengketa pilkada. Lalu, bagaimana dengan hasil quick count yang dirilis lem-baga survei? Johan tidak memper-masalahkannya. Toh, dokumen C1 dapat diakses dan dilihat oleh setiap tim saksi masing-masing pasangan calon (paslon). Namun demikian, lanjut Johan, penetapan resmi pemenang pilkada harus menunggu KPU Kabupaten.

Petahana Klaim 40 Persen

Sementara itu, di Gunungkidul berdasarkan hasil perhitungan cepat dari kubu petahana, Badingah-Immawan Wahyudi, mengklaim unggul dibandingkan paslon lain.Ketua Tim Pemenangan Badingah-Immawan Arif Setiadi mengatakan dari hasil hitung cepat yang dilakukan, pasangan yang diusung PAN, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan PPP memenangkan 40 persen suara.
Badingah sudah mempe-roleh 51.069 suara dengan pre-sentase 40,72 pesen. Kemudian pasangan nomor urut 2, Benyamin-Mustangit, jumlah suara 29.184, presentase 23,27 persen. Disusul paslon nomor urut 3, Djangkung-Endah, jumlah suara 30.630, prsentase 24,42 persen. Paling bontot, paslon nomor urut 4, Subardi-Wahyu, jumlah suara 14.547 presentase 11,60 persen. “Kemungkinan hasilnya jika ma-suk semua tidak akan jauh,” kata Arif Setiadi, kemarin (9/12).
Menanggapi hasil hitung cepat, tiga paslon lain memilih bungkam dan irit bicara. Radar Jogja beru-saha menghubungi kubu Djangkung, Benyamin, dan Subardi. Jawaban hanya diberikan oleh Ketua Tim Pemenangan Subardi TS-Wahyu Purwanto Imam Taufik. “Itu hasil quick count dari mana? Saya malah baru tahu,” kata Imam Taufik dihubungi, kemarin.
Sementara itu, Ketua KPU Ka-bupaten Gunungkidul M. Zai-nuri Ikhsan mengatakan, lem-baga survei yang muncul ke permukaan dinyatakan ilegal. Padahal, jika ingin menjadi lem-baga suvei ada syarat yang harus terpenuhi. Misalnya, untuk menge-tahui metode yang digunakan.”Kalau ada lembaga survei yang merilis hasil perolehan suara, saya pastikan tidak berizin dan hasil hitung cepat tidak bisa dipertang-gungjawabkan,” kata Zainuri.Pihaknya meminta kepada semua pihak untuk menahan diri. Hasil resmi berdasarkan rekapitulasi akan dihitung oleh penyelenggara pemilu. Menge-nai langkah KPU Kabupaten menyikapi keberadaan lembaga survei ilegal, pihaknya belum bisa berbicara banyak karena harus dikomunikasikan dengan internal. (zam/gun/ila/ong)