KULONPROGO – Proses identifi-kasi dan pematokan lahan bandara yang masih terus dilakukan di Ke-camatan Temon, Kulonprogo, ternyata menelan anggaran cukup besar. Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengajukan usulan hingga Rp 9,6 miliar yang sebagian besar dana itu dialokasikan untuk honorarium tim dan petugas keamanan.”Total usulan kita Rp 9,6 miliar. Serapan dana terbesar untuk honor tim dan petugas keamanan, men-capai Rp 3,9 miliar,” ungkap Kepala Kanwil BPN DIJ Arie Yuriwin saat dikonfirmasi di Balai Desa Palihan, Kecamatan Temon, baru-baru ini.
Selain untuk honorarium, dana sebesar itu juga untuk materai dan keperluan lain. Pengajuan sudah tidak masalah, untuk legalitasnya BPN juga menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) ikut terlibat dalam tim dan pengawasan.Kepala BPN Kulonprogo M Fadhil saat dikonfirmasi di Balai Desa Glabah juga tidak menepis besaran usulan anggaran itu. Termasuk alokasi un-tuk tim dan petugas keamanan, meski mereka merupakan pegawai dan dengan ketugasan melakukan pematokan, pengukuran dan peng-amanan, sehingga berhak menda-patkan honor.”Memang seperti itu, lebih jelasnya silakan Tanya ke Bu Ratih (sekretariat) yang lebih tahu soal anggaran,” ujarnya.
Rabu (9/12) tidak ada aktivitas peng-ukuran di lapangan, pergerakan Satgas A dan B dari BPN DIJ terpantau Selasa (8/12) dan proses pengukuran lahan sudah memasuki wilayah Pedukuhan Kretek, Desa Glagah.Selain ada pengawasan secara dekat dari warga WTT, tim juga sempat terkendala hujan. Akibatnya, Satgas A dan Satgas B BPN DIJ tidak bisa maksimal dalam melakukan iden-tifikasi di lapangan. (tom/laz/ong)