FRIETQI SUARA/RADAR JOGJA
AJAK NYOBLOS: TPS 08 Kelurahan Panjang, Magelang Tengah atau TPS Kampung Samban cukup unik. Para petugas KPPS memakai pakaian layaknya koboi dan alunan musik country diperdengarkan melalui pengeras suara. Tidak lupa hiasan koper dan tanduk rusa menjadi pelengkap.
BANYAK cara dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar tempat pemungutan suara (TPS) bisa ramai. Ada yang memilih dengan memberi hadiah atau menghias TPS dengan menarik. Tetapi ada juga yang memilih berpakaian unik. Salah satunya, TPS 08 Kelurahan Panjang, Magelang Tengah atau TPS Kampung Samban. Para petugas KPPS memakai pakaian layaknya koboi dan alunan musik country diperdengarkan melalui pengeras suara. Tidak lupa hiasan koper dan tanduk rusa menjadi pelengkap.Ketua KPPS 8 Kelurahan Panjang, AB Suhadi mengatakan, sebelum ada ide berpakaian koboi, sempat mucnul ide berpakaian Jawa. Namun, mereka kesulitan mencari pakaian tersebut dan kesulitan biaya untuk sewa. Akhirnya, setelah dirembug lagi, muncul ide memanfaatkan apa yang mereka punya.”Akhirnya ketemu. Rata-rata mereka punya baju panjang dari bahan jeans dan flanel. Kemudian disepakati memakainya dengan ditambah topi dan kain syal,” ungkap Suhadi, kemarin (9/12).
Untuk kelengkapan topi, mereka memilih membeli. Untuk syal, mereka membeli kain. Kemudian dibuat sendiri. Untuk menambah keren, mereka menggunakan pin layaknya koboi beneran. “Semua kami bikin sendiri dan untuk biaya bisa dicukupi dari bantuan KPU untuk pembuatan TPS,” paparnya.Lain lagi di TPS 8 Kelurahan Jurangombo Selatan, Magelang Selatan. Di TPS Karet ini, para anggota KPPS mengenakan busana Jawa. Selain itu, diberikan permen pada anak pemilih yang datang ke TPS. Alunan musik dangdut terdengarmengalun di ruang kelas sosial MAN 1 Karet, Jurangombo, Magelang Selatan. Sementara, sejumlah petugas KPPS yang berbusana lurik dan kebaya, tersenyum hangat menyambut pemilih.Ketua KPPS 8 Jurangombo Selatan Sonda Ayuni mengatakan, pihaknya memang menyelenggarakan TPS secara unik, agar pemilih tertarik menggunakan hak pilih. Selain itu, busana Jawa ini ditujukan untuk melestarikan budaya Jawa. “Kami berusaha meramaikan pilkada dengan cara kami yang berbeda. Yakni, pakai busana Jawa dan memberikan souvenir,” papar Sonda.
Tidak hanya permen, para pemilih juga diberikan kejutan berupa door prize. Mulai dompet, tasbih, sajadah, dan pasta gigi. Semua itu diberikan bagi mereka yang datang lebih awal.”Banyak yang kaget, ketika memperoleh kejutan dari kami. Ini murni dari uang kami. Tujuannya untuk memberikan surprise, agar suasana tidak tegang,” ujarnya.Eko, 31, salah satu pemilih asal Karet, Jurangombo Selatan mengaku, upaya KPPS menarik perhatian pemilih dengan berpakaian unik cukup berhasil. Hal tersebut dirasakannya, yang ingin segera datang ke TPS. Karena cerita kalau para KPPS berpakaian Adat Jawa. “Apalagi ini juga bisa melestarikan budaya,” tandasnya. (dem/hes/ong)