SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
KELUARGA BESAR: Sri Purnomo dan keluarga usai melakukan pencoblosan.
SETIAP calon peserta pilkada Sleman 2015 memiliki basis massa yang kuat di wilayah masing-masing. Namun, fakta hasil pemungutan suara kemarin (9/12), menunjukkan angka golput relatif tinggi di wilayah para kandidat ini. Misalnya, di tempat pemungutan suara (TPS) 31, Blunyahgede, Sinduadi, Mlati. Itu adalah TPS calon wakil bupati nomor urut 2 Sri Muslimatun menggunakan hak pilihnya. TPS ini sesuai dalam daftar pemilih tetap (DPT).Tidak ada perasaan kaget atau kecewa bagi Muslimatun yang harus menelan kekalahan suara di TPS sendiri. Karena hal itu sudah dia prediksi sebelumnya.Di TPS yang berlokasi di bantaran Sungai Code, pasangan calon nomor 2 memperoleh 146 suara. Selisih 123 suara dibanding pasangan nomor 1 yang mendapat 269 suara. Sedangkan 34 surat suara dianggap tidak sah. Dari total 653 DPT, sebanyak 204 calon pemilih tak menggunakan haknya. “Biasanya saya nggak nyoblos di sini. Tapi di TPS dekat rumah. Saya juga he-ran, kok, terdaftarnya di TPS 31,” ungkapnya.
Baru kali ini Muslimatun dan keluarganya menggunakan hak pilih di TPS yang berada di lain RT dari tempat tinggalnya. Menu-rutnya, wilayah tersebut dikenal sebagai basis PDIP yang meng-usung Yuni-Danang. “Kalau di TPS dekat rumah, saya yakin menang,” lanjutnya.Sri menggunakan hak pilih didam-pingi tiga anak dan dua menantu. Suaminya, Damanhuri tidak turut serta karena tercatat sebagai pemilih di Desa Sendangadi.Sementara itu, Sri Purnomo yang didampingi isteri, tiga anak, dan seorang menantunya tampil “PD” saat hadir di TPS 24 Jaban, Tridadi, Sleman. Sesuai prediksi, incumbent itu menang sangat telak. Dari total 352 DPT, jumlah suara sah sebanyak 263. Dari jumlah itu, calon bupati yang diusung delapan partai itu memperoleh 216 suara, sedangkan Yuni-Danang hanya membukukan 47 suara. Jumlah golput juga relatif tinggi sebanyak 78 orang. “Pemilih hadir ada 274. Tapi 11 suara tidak sah,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemu-ngutan Suara (KPPS) TPS 24 Jaban Suharyanto.
Sebaliknya, di kandang sendiri, calon bupati nomor urut 1 Yuni Satia Rahayu menang telak atas rival-nya. Pasangan yang diusung PDIP, Gerindra, dan PKS memperoleh 187 suara dari total 230 pemilih di TPS 16 Pugeran, Maguwoharjo, Depok. Pasangan calon nomor 2 hanya mendapat 39 suara. Surat suara tidak sah ada 4 lembar. Total DPT 306 orang. Di sini, jumlah pemilih yang tak memanfaatkan hak pilih juga tinggi, yakni 76 orang.Di TPS 24 Kutudukuh, Sinduadi, Mlati, tempat Danang Wicaksana Sulistiya menggunakan hak pilih. Dari total DPT 299 pemilih, calon nomor 1 membukukan 122 suara, sedangkan lawannya 63 suara. Sebanyak 114 tidak hadir.Jika dihitung berdasarkan jumlah pemilih di empat kandang calon mencapai 1.610 orang. Namun, warga yang tak hadir ke TPS sebanyak 472 pemilih atau 29,3 persen, ham-pir sepertiga DPT. (yog/din/ong)