SLEMAN – Niat hati memanfaatkan libur Pilkada Serentak 2015 dengan ke-giatan outbond, santri Pondok Pesantren Al Husain mengalami peristiwa tragis. Pasalnya, lima santri pondok pesantren yang terletak di Krakitan, Salam, Mage-lang ini tenggelam di Sungai Krasak, Kopen Lumbungrejo, Tempel, Sleman. Kejadian terjadi Rabu pagi (9/12) se kitar pukul 09.00 WIB.Lima santri yang tenggelam yakni Muhamad Fikri Hakim, 14 asal Bogor, Jawa Barat; Ahmad Ali Mufti, 14, warga Grabag, Magelang, Jawa Tengah. Serta Ali Ridho, 14, asal Magelang dan Rizal Romli, 14, asal Boyolali. Keempatnya berhasil ditemukan, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa
Satu lagi, Faisal Yumna asal Sleman ditemukan selamat dan dirawat di RSUD Muntilan.Camat Tempel Wildan Solichin mengatakan, awalnya sekitar 200an santri Ponpes Al Husain, ber-maksud mengisi libur pilkada dengan kegiatan outbond. Pe-ngasuh membagi mereka men-jadi 19 kelompok. “Sebelumnya tim pendamping sudah melaku-kan survei lokasi untuk mencari tempat yang aman,” katanya ke-pada Radar Jogja di tempat keja-dian perkara (TKP), kemarin.Tapi ada beberapa anak yang berenang di tempat yang tidak direkomendasikan. Mereka men-coba keluar area dan salah satu ada yang tercebur.
Teman- temannya lantas mencoba meno-long namun sayang mereka juga ikut tenggelam.
Untuk mengevaluasi para kor-ban diterjunkan puluhan relawan gabungan dari Basarnas DIJ, SAR DIJ, BPBD Sleman, Tagana, dan 12 kelompok relawan. Dengan menggunakan dua perahu karet mereka menyisir aliran sungai yang sebagian besar permukaan-nya tertutup enceng gondok.Di samping itu, permukaan da-sar sungai yang tidak rata juga menjadi kesulitan tersendiri bagi relawan yang melakukan eva-kuasi. “Permukaannya tidak rata, karena bekas galian pasir. Ke-dalamannya antara empat sampai lima meteran,” terang Wildan.
Dalam proses evakuasi, dike-rahkan pula tujuh orang penyelam dari Basarnas dan SAR DIJ. Ang-gota Basarnas DIJ Pipit Ariyanto mengatakan, selain enceng gon-dok, derasnya arus air di aliran Sungai Krasak membuat tim relawan memerlukan waktu be-berapa lama sampai akhirnya semua korban dapat ditemukan. Sekitar pukul 14.15 WIB proses evakuasi ditutup menyusul di-temukannya korban terakhir. Korban lantas dibawa ke RS Murangan, Sleman. Sementara itu, Perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Husain Krakitan Mutego Pra yitno menyatakan, para siswa SMP Al Husain melangsungkan kegia-tan outbond di sekitar lokasi. Ada siswa yang nekat mandi, meski sebelumnya dilarang. “Ada temannya mau menolong, tetapi juga tidak bisa berenang. Siswa yang mau menolong, malah ikut tenggelam,” katanya.
Ada empat siswa yang mening-gal, sedangkan satu anak Faisal Yumna dirawat di RSUD Muntilan. Para siswa yang meninggal dunia dibawa ke RS Morangan Sleman, Jogjakarta. “Para santri ponpes ikut melangsungkan salat jenazah, sebelum disemayamkan,” ungkapnya. (riz/ady/ila/ong)