HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BUTUH PROMOSI GENCAR: Potensi Kali Biru dan objek wisata lain di Kulonprogo, perlu lebih gencar lagi dipromosikan agar bisa masuk dalam paket wisata nasional.

Butuh Pembenahan Infrastruktur dan Promosi Lebih Gencar

Banyak destinasi wisata cukup bagus dan menarik di Kabupaten Kulonprogo yang berpotensi masuk ke dalam paket wisata nasional. Namun demikian, hingga kini tak sedikit yang kesulitan masuk paket wisata nasional. Apa penyebabnya?
HENDRI UTOMO, Kulonprogo
SALAH satu destinasi yang cukup menarik itu adalah Puncak Suroloyo. Lokasinya tidak jauh dari Candi Boro-budur di Kabupaten Magelang. Se-mentara kawasan strategis lain di an-taranya Pantai Glagah dan Trisik di wilayah pantai selatan. Juga perbuk-tian Menoreh seperti Waduk Sermo.”Secara regulasi, hal ini juga sudah sesuai Perda DIJ No 1 Tahun 2012 tentang Ripparda, di mana Kulonprogo meru-pakan bagian dari kawasan strategis pariwisata DIJ,” terang Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo dalam forum diskusi wartawan DIJ tentang Kepariwisataan Kulonprogo, di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Selasa (8/12).
Sutedjo mengatakan, pantai selatan bahkan sudah masuk kawasan stra-tegis nasional sesuai Peraturan Pe-merintah (PP) Nomor 50 Tahun 2011. “Dengan demikian, kebijakan pengem-bangan destinasi wisata kita tidak bertentangan dengan kebijakan na-sional,” jelasnya.Menurutnya, destinasi wisata Ku-lonprogo sejauh ini masih dipandang sebelah mata. Untuk itu, masih di-perlukan perjuangan keras dengan melakukan promosi, pembenahan infrastruktur dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk masuk ke paket wisata nasional.
Ada banyak objek wisata Kulonprogo yang cukup menarik untuk ditawarkan. Misalnya kawasan pantai ada Glagah, Congot, Trisik. Kawasan pegunungan ada Puncak Suroloyo, Tritis, Grojogan Sewu, Kembang Soka, Kedung Pedut, dan Nglinggo. Untuk sumber mata air ada Waduk Sermo, Pemandian Clereng dan Taman Wisata Ancol. “Gua Kiskendo dan Sriti, makam pahlawan Nyi Ageng Serang, Lourdess Sendangsono, Goa Maria Lawangsih, Makam Girigondo, Wild Rescue Cen-tre (WRC) hingga desa wisata,” ujarnya.
Kasi Objek dan Sarana Prasarana Pa-riwisata Disbudparpora Kulonprogo Kuat Tri Utomo menambahkan, pihaknya sudah gencar melakukan promosi de-stinasi wisata dengan berbagai cara seperti travel dialog dengan daerah lain. Juga mengikuti pameran gabungan hingga promosi online melalui website. Pengelolaan destinasi wisata di Ku-lonprogo juga mengacu kepada regu-lasi, sehingga tidak terjadi kericuhan seperti daerah lain. “Sistem pemun-gutan dengan pola bagi hasil retribusi 75 persen untuk kas daerah dan 25 persen untuk pengelola, serta parkir 60 persen untuk pengelola dan 40 per-sen masuk ke kas daerah,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kulonprogo Risman Susandi menya-takan, pemkab perlu menjalin komu-nikasi dan kerja sama dengan biro perjalanan wisata serta menggencar-kan promosi dan pemasaran. Disbud-parpora Kulonprogo dituntut lebih kreatif dalam menjalin kerja sama agar destinasi wisata Kulonprogo bisa ma-suk ke paket nasional. “Selain itu, pembenahan destinasi wisata juga harus terus dilakukan,” ucapnya.
Anggota DPRD DIJ Sudarto me-nyatakan siap membantu Kulonprogo mengangkat destinasi wisatanya supaya masuk ke paket wisata nasional. Du-kungan diberikan dalam bentuk penambahan anggaran untuk membangun fasilitas serta sarana prasarana di obyek wisata. “Selama ini, support anggaran dari DIJ telah diberikan untuk pembenahan sejumlah objek wisata di Kulonprogo, seperti Goa Kiskendo, Puncak Suroloyo dan Pantai Glagah,” katanya. (laz/ong)